Skip to content Skip to navigation

Pilkada Walikota Surabaya : Ketum DPP PDS Ruyandi Hutasoit mendukung Fandi Utomo

Kota Surabaya akan segera mengalami pergantian kepala daerahnya, yakni pada bulan Juni 2010. Pemilu Kada Kota Surabaya kemungkinan akan diikuti oleh sekitar 2,2 juta penduduk yang mempunyai hak pilih.


Beberapa nama yang telah mencuat sebagai bakal calon walikota, nampak kian menggiatkan berbagai persiapan dan langkah penggalangan dukungan untuk pemenangan pada saat pemilihan bulan juni mendatang. Salah satu calon yang cukup diperhitungkan banyak kalangan, adalah Fandi Utomo.


Fandi Utomo sebagai salah satu calon Walikota Surabaya, telah terkenal sebagai seorang figur generasi muda yang energik dan optimis, dan semangat keindonesiaanya sangat kental, setidaknya hal tersebut dapat terlihat dari latarbelakangnya sebagai mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, mantan Dosen ITS, mantan pengurus Partai Demokrat, dan seorang pengusaha yang dermawan.


Dalam rangka memantapkan langkah pemenangannya, Fandi Utomo beberapa hari yang lalu telah melakukan konsolidasi dengan jajaran petinggi DPP Partai Damai Sejahtera di Jakarta, dan pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan di Surabaya pada hari kemarin 7 Maret 2010 siang hari di suatu tempat dikawasan Surabaya. Pada pertemuan tersebut, Fandi Utomo langsung bertemu dengan Ketua Umum DPP PDS Pdt. dr. Ruyandi Hutasoit.


Pada pertemuan di Surabaya, Ruyandi Hutasoit selaku pimpinan tertinggi PDS menyatakan dukungannya kepada Fandi Utomo dan kesanggupannya mendorong seluruh jajaran PDS di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya untuk memenangkan Fandi Utomo pada pilwali Juni mendatang.


Ruyandi secara khusus menekankan beberapa pesan kepada Fandi Utomo, terkait dengan sikap DPP PDS yang mendukungnya sebagai Calon Walikota Surabaya, yakni : 1. PDS akan berkoalisi dan mendukung calon walikota yang nasionalis, menjunjung pluralisme, mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Koalisi dan Dukungan PDS diberikan kepada Calon yang sudah memiliki kendaraan pendukung (dalam hal ini FU telah didukung PKNU, PPP).
3. Koalisi atau dukungan kepada calon walikota diberikan karena calon memperhatikan pengembangan PDS lebih baik lagi pada saat menjabat walikota nantinya. (DPT)

Advertisement