
Salah satu hal menarik dalam pelaksanaan Sidang Raya XVII PGI di Waingapu NTT, adalah kehadiran sejumlah anak cucu keturunan pekabar Injil (zending) pertama di Tanah Sumba, yang melahirkan Gereja Kristen Sumba (GKS). Pdt Gomar Gultom, Sekretaris Umum MPH PGI, yang turut mendampingi kehadiran para keturunan zending pertama Gereja Kristen Sumba (GKS) tersebut, mengemukakan bahwa “Para zending yang melayani di Sumba tahun 1926, antara lain Pdt. LP.Krijger, Pdt.C.de Bruijn, Pdt. W. van Dijk, Pdt. JP.Lambooy, T. Mobach dan Pdt. JF.Colenbrander. Atas upaya pelayanan yang telah dilakukan oleh para zending itu, Sidang Raya ini bisa berjalan dan kehidupan gereja di Pulau Sumba ini terus berkarya”, demikian diberitakan dalam situs PGI.
Henk Tentden, yang menyampaikan kata sambutan mewakili kehadiran anak cucu lainnya mengatakan, dirinya dan semua anak cucu yang hadri dalam sidang raya ini merasa senang. “Kami senang hadir bersama semua, dan maaf bahasa Indonesia saya tidak baik ya, tapi kami hadir di sini untuk juga memberikan buku sejarah Gereja Sumba dengan judul Gereja Kristen Sumba Hadir dan Melayani. Saya dulu masih kecil suka jalan di depan Gereja Payeti ini. dan saya merasa jadi orang Sumba,”katanya.
Para keturunan zending GKS, yang juga keturunan Belanda, tidak hanya sekedar hadir dalam Sidang Raya XVII PGI, tetapi mereka secara khusus hadir dalam rangka memberikan buku sejarah kehadiran Gereja Kristen Sumba (GKS). Buku sejarah Gereja Sumba dibagikan kepada seluruh peserta untuk dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan situasi Sumba dan ke-Kristenan yang berkembang sejak awal masuknya Kristen di Tanah Sumba.
Anak cucu para zending pertama di Sumba yang hadir adalah Burret Olde cucu dari H Olde, Anne Magda Smilde cucu dari Pj. Lambooy, Reinco Abels anak dari pendidi STT Lewa, Marianne Muller dan suaminya Hans Muller, cucu dari D.Kryger, Henk Tentden, anak dari PDt. Tentden, June Beckx cucu penterjemah Wilenga, DK. Wielenga anak dari Pdt. DK Wielenga dan Job Wielenga.
Mereka berharap dan berdoa agar jalannya SR XVII PGI lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan pentg bagi perkembangan gereja di Indonesia. (DPT)
