Skip to content Skip to navigation

ANTONIUS NATAN : "JURNALIS PERLU JUGA MENJADI RELAWAN PEDULI BENCANA"

Indonesia sebagai negara yang menjadi bagian dari ring of fire, memiliki gugusan gunung berapi aktif yang sangat banyak, sering terjadi aktifitas seismik, belum lagi berada pada lempeng bumi yang berpotensi menimbulkan gempa, ataupun bencana alam lainnya, kerap mengalami berbagai macam bencana alam, seperti tsunami, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, perubahan cuaca ekstrim, dan sebagainya.

Banyak pihak mengungkapkan pendapatnya, bahwa ancaman bencana, baik itu bencana alam maupun non-alam, dan bencana sosial/kemanusiaan, berpotensi melanda 80% wilayah Indonesia. Untuk itu diperlukan suatu kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan menangani masalah tersebut (kerap disebut sebagai mitigasi).

Yayasan Karya Alfa-Omega, didukung Jaringan Doa Nasional, My Home, PGLII DKI Jakarta, Royal Ranger, dan Lumbung Yusuf, dalam rangka mendukung upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, pada 21-23 November 2019, bertempat di Gedung Istana Kana Jl. R.P Soeroso No 24 Jakarta Pusat, melalui program GESIT (Gerakan Siaga dan Tanggap Bencana), mengadakan pelatihan siaga tanggap bencana, yakni Sekolah CERT (Cepat Evakuasi Respon Tanggap Bencana).

Antonius Natan sebagai pelaksana kegiatan, kepada media menjelaskan, "Kegiatan PENA (Peduli Bencana) yang dilaksanakan oleh Yayasan Karya Alfa-Omega kali ini merupakan kegiatan secara khusus melibatkan rekan-rekan media kristiani. Jurnalis perlu juga menjadi relawan PENA, peduli bencana, dengan maksud ketika nantinya para jurnalis media kristiani meliput suatu peristiwa bencana, misalkan bencana alam, mereka dapat melakukan tugas jurnalistik dengan baik, dan juga dengan pembekalan pemahaman dan pengetahuan sebagai relawan PENA, bisa turut ambil bagian menolong".

Antonius menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan PENA tersebut, didukung juga oleh BNPB, bahkan kurikulum yang dipakai sudah atas rekomendasi BNPB.

PERWAMKI sebagai organisasi wartawan media kristiani, dengan Antonius Natan sebagai Penasehat, turut ambil bagian dalam pelatihan PENA, yakni dengan mengirimkan 4 orang fungsionarisnya untuk mengikuti kegiatan tersebut, yakni Stevano Margianto, Deddy Tambunan, Boy Siahaan, dan Ronaldi.

Pelatihan disampaikan oleh tim instruktur diantaranya dr. Carla, Andrew, dan Feri. Turut hadir juga dalam pelatihan PENA, fasilitator nasional yang merupakan penanggung jawab kegiatan secara nasional, yakni Ibu Non Rawung.

Materi yang disampaikan selain materi-materi dasar tentang peta situasi dan kondisi kebencanaan Indonesia, pengetahuan dan penanganan kebakaran, pengetahuan dan penanganan darurat medik, simulasi triase sederhana, simulasi pemadaman kebakaran, simulasi menolong korban luka, dan materi lainnya. (DPT)

Share

Advertorial