Skip to content Skip to navigation

BPC GMKI KALABAHI PROTES INTERVENSI BUPATI ALOR DAN WAKIL KETUA DPRD ALOR, MEMBATALKAN ACARA DIES NATALIS GMKI KE-69

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, akrab dikenal GMKI, adalah salah satu organisasi kemahasiswaan extra-universiteit tertua di Indonesia, yakni pada tahun 2019 ini berusia 69 tahun, lahir pada 9 Februari 1950 di Jakarta.

Perjalanan panjang GMKI dalam arak-arakan sejarah Indonesia, maupun kekristenan, telah menorehkan catatan penting peran serta GMKI, seperti 'melahirkan' tokoh-tokoh bangsa, sebut saja dr. Johannes Leimena; yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri sekaligus juga pernah dipercaya Presiden Sukarno menjadi Pejabat Presiden sebanyak 7 kali, Pontas Nasution, Sabam Siagian, Pdt. (Em) Dr. SAE Nababan, turut melahirkan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia/PGI (dulu bernama
Dewan Gereja-gereja di Indonesia), mendirikan Kelompok Cipayung yang kemudian menghadirkan Komite Nasional Pemuda Indonesia, dan banyak catatan bersejarah lainnya.

Kini GMKI berusia 69 tahun, telah hadir 90 an cabang diseluruh tanah air, dari Aceh sampai Papua, termasuk diantaramya GMKI Cabang Kalabahi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

GMKI Cabang Kalabahi dalam rangka Dies Natalis GMKI ke-69, merencanakan akan mengadakan Ibadah Syukur dan Dialog Publik. Kegiatan yang semula dipersiapkan diadakan di Gedung kebaktian GMIT Bethlehem Lipa, Kalabahi, ternyata batal dilaksanakan, demikian informasi yang diterima Gerejani Dot Com dari beberapa senior GMKI dari wilayah NTT.

Berdasarkan pemberitaan tribuanapos.com, disebutkan bahwa Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Ketua DPRD Drs. Yulius Mantaon, diduga intervensi memboikot atau membatalkan kegiatan Dialog publik dalam rangka Dies Natalis GMKI – 69 di Kalabahi, kedua tokoh tersebut beralasan kegiatan GMKI Kalabahi sarat kepentingan politik.

Dialog publik yang semula mengundang hadir Bupati Alor dan Ketua DPRD Martinus Alopada, dan Dosen Hukum Untrib Setya Budi Laupada, SH, M.Hum tersebut, mengangkat tema: “Mutasi Dalam Manajemen Daerah (Kebahagiaan Ataukah Tragedi…?)”, menurut rencana akan digelar pada Jumat (15/2/2019) di Gedung kebaktian GMIT Bethlehem Lipa, Kalabahi.

Upaya boikot tersebut dilakukan Bupati Amon Djobo dan Wakil Ketua DPRD Yulius Mantaon, sehari jelang hari H acara yang sebenarnya jatuh pada Jumat (15/2/2019), pukul 15.00, demikian diberitakan tribuanapos.com.

Ketua Cabang GMKI Kalabahi Donal Paut, menjelaskan informasi boikot kegiatan Dies Natalis GMKI, diketahuinya melalui Ketua Majelis Jemaat GMIT Bethlehem Lipa Kalabahi, Pendeta Efa Singamau, S.Th.

Ketua GMKI Cabang Kalabahi Donal menjelaskan kepada tribuanapos.com, sesuai pengakuan dari Pendeta Efa Singamau, S.Th yang didengarkan langsung olehnya melalui telepon pada Kamis malam (14/2), bahwa Pendeta Efa baru saja menerima telepon dari Wakil Ketua DPRD, Yulius Mantaon, yang memintah untuk segera membatalkan kegiatan Dialog Publik GMKI.

“Bapak Pendeta juga melanjutkan bahwa setelah menjelang beberapa menit setelah menerima telepon dari Bapak Yulius Mantaon, ia juga menerima telepon dari Bapak Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, untuk segera membatalkan kegiatan Dialog Publik yang akan dilakukan oleh GMKI Kalabahi di Gereja GMIT Betlehem Lipa-Kalabahi,” ujar Donal dalam keterangan rilis kepada tribuanapos.com pada Sabtu, (16/2), petang.

Donal mengatakan, secara prosedural, GMKI sebelumnya sudah bersurat dan meminta ijin penggunaan gedung kebaktian Bethlehem Lipa. Ketua Majelis Jemaat pun sudah memberikan ijin kepada GMKI untuk menggunakan lokasi, berkegiatan.

Merasa tidak menerima aksi pemboikotan tersebut, BPC GMKI secara kelembagaan merasa prihatin atas aksi intervensi pemboikotan yang dilakukan Bupati Alor dan Waket DPRD terhadap kegiatan dialog GMKI dengan tema: Mutasi Dalam Manajemen Daerah.

“Bupati dan Wakil Ketua DPRD sepatutnya mendukung kegiatan GMKI di tiga medan layan yakni; Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat, bukan malah memboikot kegiatan GMKI,” ujar Donal.

Tindak lanjut pembatalan kegiatan Dies Natalis BPC GMKI Kalabahi tersebut, secara organisatoris GMKI Kalabahi tegas meminta Bupati Alor Amon Djobo dan Waket Yulius Mantaon agar meminta maaf kepada GMKI Kalabahi dan terutama kepada kader GMKI di seluruh tanah air, Indonesia. Karena perbuatan Bupati dan Waket DPRD sudah melukai hati nurani keluarga besar GMKI.

Selain itu BPC GMKI Kalabahi juga mendesak Bupati Alor dan Wakil Ketua DPRD meminta maaf kepada Gereja GMIT Bethlehem Lipa Kalabahi. Karena gereja, sudah memberikan ijin lokasi penggunaan gedung kebaktian bagi terselenggaranya kegiatan Dialog dan Dies Nasional GMKI ke 69, namun dibatalkan sepihak.

BPC GMKI Kalabahi kini sudah secara resmi mengeluarkan pernyataan sikapnya, dan telah disebarluaskan hingga kepada senior secara nasional.

Bupati Amon Djobo adalah kepala daerah yang terpilih saat pilkada 2014, berpasangan dengan Wakil Bupati Imran Duru, S.Pd,
diusung tujuh partai politik, yakni Partai NasDem, PDIP, Partai Demokrat, PAN, PKS, Partai Gerindra dan PPP. (DPT)

Share

Advertorial