Skip to content Skip to navigation

CHRISTMAS CELEBRATION 2019 GPdI NARWASTU GRAHA ASRI CIKARANG, PDT NOVI SURATINOYO : "2 HAL UNTUK KITA BISA SELAMAT"

"Kasih yang Rela Berkorban" suatu tema yang diambil dari Injil Yohanes 3 ayat 16, yakni : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (TB), merupakan tema Ibadah dan Perayaan Natal "Christmas Celebration 2019", Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Narwastu Graha Asri Residence Cikarang Bekasi.

GPdI Narwastu Graha Asri Residence Bekasi, gereja yang digembalakan Pdt. Stevy Gerung, S.Th., M.Pd.K, melaksanakan
"Christmas Celebration 2019", pada 15 Desember 2019, bertempat di Ruang Serba Guna Saung Djati Kalimalang, Cibitung-Bekasi.

"Christmas Celebration 2019", kegiatan yang dikoordinir oleh Parulian Tampubolon sebagai Ketua Panitia, jemaat beserta keluarga, termasuk anak-anak, memadati ruangan acara sejak sore hingga malam.

Pdt. Novi B. Suratinoyo, S.Th, dipercaya menjadi pelayan firman ibadah perayaan Natal "Christmas Celebration 2019". Pdt Novi, mantan Ketua Umum DPP PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), juga pemimpin grup media Mitra Indonesia, hadir beserta istri drh. Anggi Suratinoyo. Hadir juga sejumlah fungsionaris PERWAMKI, diantaranya Nuel, Robby, Deddy, dan David.

Pdt Novi menjelaskan bahwa apa yang dialami Maria, ketika didatangi oleh malaikat Gabriel, merupakan tidak sekedar pengalaman sukacita karena berita yang disampaikan, bahwa dirinya melahirkan bayi Yesus Sang Juruselamat, tapi juga kesadaran akan potensi bahaya yang mengancam dirinya, yakni kesadaran bahwa dirinya akan mengandung tetapi dirinya belum bersuami.

Dijelaskan lebih lanjut Pdt Novi, Maria sebagai pribadi yang taat beribadah kepada Tuhan, dia mengenal suara Tuhan yang disampaikan malaikat Gabriel, tetapi juga sadar ada peraturan yang dapat menghukum dirinya, oleh karena akan mengandung sementara belum bersuami. "Apa yang dialami oleh Maria, secara psikologis, Maria dapat dikenai perzinahan, dan hukum Yahudi terhadap perzinahan adalah dirajam, sedangkan hukum Roma, akan disalib".

Sekalipun ada rasa takut, tetapi karena Maria taat dan mengenal suara Tuhan, Maria setia menerima dan menjalankan firman Tuhan yang disampaikan malaikat Gabriel, inilah yanh dimaksud kasih yang rela berkorban, tambah Pdt Novi.

"Ada dua hal yang membuat kita bisa menjadi orang selamat, yakni percaya, dan beriman" pungkas Pdt Novi.

"Christmas Celebration 2019" dimeriahkan oleh berbagai pengisi acara, diantaranya kelompok vokal remaja/pemuda, gerak dan lagu anak-anak sekolah minggu, tarian guru sekolah minggu, dan berbagai lagu pujian yang dengan apik dan meriah dibawakan oleh tim musik praise & worship.

"Tahun 2019 ini, ada suatu pesan yang sangat penting, yang bertolak dari kebenaran firman Tuhan, yaitu jemaat hari-hari ini dituntut kesadaran yang tinggi untuk punya rasa rela berkorban, sebab firman Tuhan menyatakan bahwa kasih akan menjadi semakin tawar diakhir jaman, jadi kita usahakan, agar jemaat kembali kepada firman Tuhan, agar jemaat bisa berkorban, dengan memandang kepada Tuhan" terang Pdt Stevy gembala GPdI.

Parulian Tampubolon, Ketua Panitia "Christmas Celebration" diakhir acara, kepada media menjelaskan, bahwa kepanitiaan mempunyai waktu hanya sekitar 2 bulan mempersiapkan acara.

"Walaupun kami dibentuk kira-kira 2 bulan sebelumnya, tapi karena kendala yang ada, seperti kesibukan anggota panitia, sehingga seringkali sulit bertemu, belum lagi kerap terjadi perbedaan pendapat, namun karena pergumulan bersama, dengan doa bersama, akhirnya puji Tuhan, acara dapat terselenggara" pungkas Parulian. (DPT)

Share

Advertorial