Skip to content Skip to navigation

DIRJEN BIMAS KRISTEN PROF. DR. THOMAS PENTURY, SAMBUTAN PEMBUKAAN SIDANG SINODE GBI KE-16, SENTIL REGENERASI KEPEMIMPINAN ADA BATASNYA

Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, saat menyampaikan kata sambutan dalam pembukaan Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia ke-16, kemarin sore (Selasa, 27 Agustus 2019) bertempat di Assembly Hall Sentul International Convention Center (SICC) Sentul Selatan, Bogor Jawa Barat, mengungkapkan sejumlah data kantor Ditjen Bimas Kristen, mengenai perkembangan Sinode Gereja Bethel Indonesia, yakni diantaranya menurut Dirjen Bimas Kristen, jumlah anggota jemaat GBI keseluruhannya, baik yang diwilayah Indonesia, maupun diluar negeri, sekitar 3,2 juta jiwa banyaknya, dengan jumlah gereja jemaatnya sejumlah 6035 gereja, capaian angka ini mendekati target capaian berdasar visi pendiri GBI.

“Dalam visi Gereja Bethel Indonesia, pendirinya ingin pencapaian 10 ribu jemaat Gereja Bethel Indonesia, sebuah visi yang luarbiasa, yang telah dicanangkan oleh pendiri Gereja Bethel Indonesia” ungkap Dirjen Bimas Thomas Pentury, dihadapan lebih dari 5000 orang yang menghadiri pembukaan Sidang Sinode GBI XVI, termasuk didalamnya jajaran pengurus PERWAMKI.

Sidang Sinode GBI XVI mengangkat tema “GREAT HARVEST, Menuai dengan Kuasa Roh Kudus” dengan Ketua Panitia Pdt. Paul R. Widjaja, dan Sekretaris Pdt. Himawan Leonardo, berdasarkan laporan Ketua Panitia saat pembukaan, diketahui bahwa jumlah pendeta yang hadir (pendeta penuh, pendeta muda, pendeta pembantu) adalah 4284 orang pendeta, yang terdiri dari pendeta penuh (Pdt) 2079 hadir dari jumlah keseluruhan 2700 pendeta GBI, dan jumlah ini telah memenuhi standar kuorum persidangan.

Sementara itu, jumlah pendeta muda (Pdm) yang mendaftar sebanyak 1600 orang, kemudian pendeta pembantu (Pdp) hadir sejumlah 605 orang. Total jumlah pendeta 4284 orang adalah juga sudah termasuk pendeta yang dilantik beberapa hari sebelum pelaksanaan sidang, yakni sebanyak 900 orang.

Pembukaan Sidang Sinode GBI XVI, dihadiri juga oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Lebang, Ketua PGPI Pdt. Dr. Jacob Nahuway, perwakilan COG, Pebimas Kristen DKI Jakarta dan Pebimas Kristen Jawa Barat, dan tamu undangan lainnya. Pembukaan sidang, diawali dengan Ibadah Pengucapan Syukur, dan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo.

Dirjen Bimas Thomas Pentury dalam kata sambutannya, selain mengemukakan capaian-capaian perkembangan GBI, juga mengungkapkan permasalahan yang sedang ditangani Ditjen Bimas Kristen, yakni diantaranya mengenai keberadaan pendidikan tinggi keagamaan kristen yang jumlahnya melebihi banyaknya jumlah sinode gereja, yakni 378 lembaga pendidikan tinggi dari 324 sinode gereja.

Dirjen Thomas Pentury diakhir kata sambutannya, menyentil tentang regenerasi kepemimpinan, yakni mengutip kitab Samuel 12 ayat 1 sampai 7, yang menceritakan tentang Samuel mengundurkan diri dari bangsa Israel.

“Ada tiga hal penting yang menjadi catatan dari bagian itu, yang pertama, bahwa proses regenerasi, proses pergantian, adalah proses natural, proses yang alami, yang juga dilakukan Samuel, tapi yang kedua, kita harus tahu, harus kita sadari, bahwa kepemimpinan itu ada batasnya, ada limitnya, yang harus menjadi catatan kita semua, dan yang ketiga, yang paling penting dari catatan itu, adalah soal, yang dalam manajemen moderen disebut akuntabilitas. Disitu posisinya, Samuel dengan pedas menyatakan kepada umatnya, domba siapa yang saya curi, orang siapa yang saya peras, dan seterusnya, bagian itu menceritakan pertanggungjawaban seorang pemimpin bagi umat yang dipimpinnya. Itu yang disebut akuntabilitas kepemimpinan bagi sebuah gereja” ujar Dirjen Thomas Pentury.

Berdasarkan pengamatan Gerejani Dot Com diarena sidang sinode GBI ke-16, Ketua Umum BPH Sinode GBI saat ini, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, M.Pd.K berpeluang kembali terpilih menjadi Ketua Umum, dari antara 3 calon lainnya, yakni Pdt. Dr. Rubin Adi, Pdt. Dr. Ferry Haurissa, dan Pdt. Dr. Jacob Nahuway. (DPT)

 

Share

Advertorial