Skip to content Skip to navigation

Earth Hour 2012 : Mari Bergaya Hidup Hemat Energi

Hari "EARTH HOUR 2012" akan dilaksanakan pada Sabtu 31 Maret 2012, serempak diseluruh dunia, pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat, melakukan aksi bersamaan secara sederhana, yakni dengan tidak menyalakan lampu dan peralatan elektrik/ elektronik yang menggunakan listrik, selama 1 jam pada kurun waktu tersebut diatas.

Aksi tidak menggunakan listrik selama 1 jam tersebut dimaksudkan memberikan kontribusi kepada penghematan listrik, serta mendukung program efisiensi energi yang diinisiasi pemerintah.

Berdasarkan informasi yang terdapat dalam situs resmi EARTH HOUR INDONESIA 2012 (www.earthhour.wwf.or.id) terdapat sejumlah besar perusahaan dan pemerintah daerah yang turut mendukung program EARTH HOUR yang tahun ini telah memasuki tahun pelaksanaan yang kelima, sejak tahun 2007 (sementara khusus di Indonesia, tahun ini adalah pelaksanaan tahun yang keempat).

Tujuan kampanye EARTH HOUR 2012 di Indonesia adalah sebagai berikut: 

 

  1. Menjaring sebanyak-banyaknya individu, rumah tangga, dan bisnis untuk ikut mematikan lampu sebagai simbol kontribusi mereka terhadap perubahan iklim
  2. Mengedukasi masyarakat mengenai ancaman pemanasan global dan apa yang bisa setiap individu lakukan untuk membuat suatu perubahan dalam kehidupan mereka sehari-hari dalam mengurangi emisi mereka
  3. Menjaring partisipasi korporasi untuk mengomunikasikan EARTH HOUR, baik staf maupun jejaring eksternal untuk berkomitmen mematikan lampunya pada jam yang ditentukan dan melakukan perubahan kebijakan dalam pengunaan energi
  4. Mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan
  5. Memberikan preseden baik agar EARTH HOUR dilakukan setiap tahun
  6. Mengukur perubahan emisi gas rumah kaca di Jakarta
  7. Memperoleh kurang lebih 500,000 orang pendukung EARTH HOUR, melalui kampanye online EARTH HOUR Indonesia di web, facebook twitter, dan mailing list
  8. Kegiatan komunitas masyarakat di Jakarta dan 4 kota besar lainnya di wilayah Jawa-Bali (Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Bali)
  9. Dukungan dari Walikota 5 wilayah DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Presiden, Menteri Lingkungan Hidup, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim
  10. Dukungan dari pemerintah daerah dan publik di kota-kota besar lain yang menjadi target EARTH HOUR
  11. Ikon yang dimatikan: monumen - monument terkenal di Jakarta dan gedung pemerintahan di Jakarta dan sekitarnya. (DPT)

Advertorial