
Pelaksanaan Pemilu Serentak pada 17 April 2019, yakni pelaksanaan pemilu berbarengan antara pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, dengan pemilu Presiden-Wakil Presiden, merupakan rekor dunia pertama terjadi pemilu berbarengan seperti itu, dan sekaligus pemilu terumit dalam sejarah pemilu di Indonesia, dan mungkin didunia.
Sekalipun KPU sudah menetapkan hasil penghitungan nasional Pemilu, namun keputusan tersebut belum dapat dieksekusi dikarenakan adanya gugatan terhadap hasil tersebut.
Berdasarkan penelusuran Gerejani Dot Com, Mahkamah Konstitusi telah menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sebanyak 340 laporan, yakni terbanyak gugatan pemilu DPR/DPRD sebanyak 329 item, sedangkan DPD 10 laporan, dan 1 gugatan Pilpres.
Banyak catatan yang telah disampaikan berbagai pihak atas pelaksanaan Pemilu 2019, diantaranya termasuk catatan kritis yang disampaikan Forum Alumni Kelompok Cipayung, yang terdiri dari 5 OKP nasional, yakni GMKI, PMKRI, GMNI, PMII, dan HMI. Kelompok Cipayung suatu forum 5 OKP yang banyak melahirkan tokoh-tokoh pemimpin nasional.
Pada Sabtu 22 Juni 2019, bertempat di Aula Panca Gatra Lemhannas RI, ratusan alumni Kelompok Cipayung berkumpul melakukan Halal Bi Halal dan Silaturahmi Kebangsaan. Hadir tokoh senior alumni Kelompok Cipayung Akbar Tanjung (HMI), Theo L. Sambuaga (GMNI), John Pieris (GMKI), Hamdan Zoelva (HMI), Ahmad Basarah (GMNI), Febry C. Tetelepta (GMKI), A. Muqowam (PMII), Heri Saba (PMKRI), Michael Wattimena (GMKI), dan juga jajaran pengurus nasional OKP Kelompok Cipayung.
Dalam berbagai orasi, baik yang disampaikan oleh Akbar Tanjung, Hamdan Zoelva (perwakilan KAHMI), Ahmad Basara (Wakil Ketua MPR, perwakilan PA GMNI), dan yang lainnya, ada satu catatan yang ditekankan sebagai kritik terhadap Pemilu 2019.
Tokoh-tokoh Alumni Kelompok Cipayung, menyesalkan dalam Pemilu 2019, banyak terjadi politik transaksional/politik kapitalistik, selain berdampak buruk bagi kehidupan demokrasi, praktek tersebut juga menyebabkan banyak kader Kelompok Cipayung gagal terpilih menjadi anggota parlemen.
"Saya bersyukur masih mendapat kepercayaan untuk yang ke-empat kalinya menjadi anggota DPR, walaupun perolehan suara saya bertambah, namun itu masih kalah dengan perolehan suara yang diperoleh artis Kris Dayanti. Anak Soekarno pun, Mas Guruh Soekarnoputra, kalah suaranya dengan Kris Dayanti Itulah pilihan pemilih sekarang" ujar Ahmad Basarah yang didaulat menyampaikan tausyiah saat Halal Bi Halal tersebut.
Catatan Gerejani Dot Com, Kris Dayanti yang satu daerah pemilihan dengan Ahmad Basarah, yakni Jawa Timur 1 (Surabaya dan Sidoarjo), mendapat 132.131 suara, sedangkan Ahmad Basarah yang adalah Wasekjen PDIP meraih 104.914, sementara itu Guruh Soekarnoputra Dapil Jatim 6 memperoleh 131.986 suara. (DPT)
