

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (GYK OSZA), pada bulan Oktober 2019 akan merayakan 50 tahun GYK OSZA di Indonesia.
GYK OSZA di Indonesia, pertama kali hadir sebagai yayasan ditahun 1969. Kini, menyambut 50 Tahun (Ulang Tahun Emas) Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (GYK OSZA) hadir di Indonesia, GYK OSZA mempunyai rangkaian program kegiatan bertemakan "Bangkit dan Bersinar", salah satu kegiatan diantaranya, yakni "5000 Jam Pelayanan", dengan salah satu kegiatannya donor darah, yang diadakan di Jakarta pada Sabtu (28 September 2019).
Program "5000 Jam Pelayanan" berlangsung diseluruh wilayah pelayanan GYK OSZA diseluruh tanah air, dengan beragam kegiatan, dan menurut penjelasan Bagian Humas dan Media GYK OSZA wilayah Jakarta, Christino, bahwa target 5000 jam sudah terlampaui.
Menurut Presiden Pasak Jakarta GYK OSZA, Erwin Dumalang, pelayanan sosial berupa donor darah dilakukan di seluruh pasak (wilayah distrik) gerejanya yang ada di seluruh Indonesia.
“Ya waktunya tidak bersamaan (serentak). Untuk di Jakarta hari ini dipusatkan di sini hari ini. Kepada jemaat kita imbau untuk mengajak keluarga bahkan teman atau kenalannya yang mau ikut mendonorkan darahnya bagi kemanusiaan,” kata Erwin di sela-sela aksi donor darah ditemani sejumlah pimpinan gereja kepada media kristiani di Ruangan Serbaguna lt. 2 Gedung GYK OSZA Chapel Saharjo, Jalan Dr, Saharjo, No.317 B, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28 September 2019).
Aksi donor darah ini, kata Erwin, merupakan salah satu kegiatan sosial bertajuk 5.000 jam pelayanan GYK OSZA bagi Indonesia dalam rangka (rangkaian kegiatan) Hari Ulang Tahun keberadaan GYK OSZA di Indonesia ke-50. Kegiatan lain yang telah berjalan, diantaranya membersihkan Taman Makam Pahlawan, Cuci Motor Gratis bagi masyarakat dan membersihan taman umum.
“Kalau lihat ke bawah itu ada orang-orang sedang packing (bungkusan) alat keperluan mandi-cuci yang akan kita bagikan ke mereka yang membutuhkan. Intinya kita mau berbagi dan juga bekerjasama dengan siapa saja sesuai dengan tema HUT kita ‘Gereja Bersinar', maksudnya agar semakin banyak orang mengenal gereja kita’.” jelas Erwin.
Sementara, menurut Asisten Direktur Bidang Pemimpin Opini INPAC, Poliman H, aksi donor darah tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, khususnya imbauan Menteri Sosial, agar masyarakat mau mendonorkan darahnya, mengingat stok darah untuk didonorkan sangat minim.
“Banyak kasus ibu-ibu meninggal saat melahirkan karena kekurangan darah,” kata Poliman.
Terkait program 5.000 jam pelayanan dalam rangka HUT GYK OSZA ke-50, Direktur Dewan Urusan Kemasyarakatan Nasional Indonesia (INPAC), Agus Kusumarmanto menjelaskan, 5.000 jam yang dimaksud ialah dihitung lamanya 1 orang pelayan dalam memberikan pelayan kasih ke orang lain.
“Ya kalau 1 orang melayani selama 1 jam sudah tercapai target 5.000 jam itu. Tapi saat ini sudah 5.300 jam, jumlah itu akan terus meningkat mengingat data belum masuk dari gereja kita yang ada di daerah lain seperti di Surakarta, Surabaya dan Bandung. Padahal di sini saja masih ada kegiatan pelayanan lain yang belum dilakukan, termasuk aksi donor darah ini belum dihitung, dan kita masih punya waktu 1 bulan lagi hingga hari perayaan puncak HUT gereja kita,” papar Agus.
Lagi kata Agus, untuk donor darah target yang digarapkan adalah 1.000 kantong darah. Jumlah tersebut dicapai dari 3 wilayah pasak GYK OSZA. “Setiap pasaknya kita targetkan 250 kantong darah,” ujar Agus.
Perayaan puncak HUT GYK OSZA, bertajuk Malam Budaya Nusantara, akan digelar pada Sabtu, 26 Oktober 2019 bertempat Balai Sarbini, Jakarta.
Pada perayaan tersebut, akan diadakan sejumlah rangkaian kegiatan, diantaranya parade budaya Indonesia dan peluncuran buku sejarah 50 Tahun GYK OSZA di Indonesia. (DPT)
