
GMKI Cabang Bogor dan PMKRI Cabang Bogor, menyambut baik rencana diadakannya Natal Sekota Bogor, namun demikian kedua organisasi kemahasiswaan tersebut, mensinyalir adanya nuansa kepentingan politik dibalik pelaksanaan tersebut, bahkan terkesan jauh dari kesederhanaan.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor menyambut baik Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Kota Bogor yang akan dilaksanakan Jumat, 18 Januari 2019 di GOR Padjajaran.
"Perayaan Natal nantinya akan dihadiri seluruh Umat Kristiani Kota Bogor, sehingga terjalin persatuan dan kekompakan antar gereja". ujar Bernard Rumpeday, Ketua Cabang GMKI Bogor.
Bernard menambahkan agar Natal ini dirayakan dengan cara sederhana saja supaya menjadi contoh bagi Umat Kristiani, bukan malah menyeret umat ke dalam praktek masyarakat yang hedonis jauh dari kata sederhana.
"Seperti Natal GMKI Bogor yang beberapa hari lalu dilaksanakan, selesai acara langsung melakukan bagi-bagi makanan ke warga yang ada dipinggir jalan" ungkap Bernard.
Senada dengan Ketua GMKI Cabang Bogor, Ketua PMKRI Cabang Bogor Okto Nahak berpesan, natal tahun ini harus dimaknai dengan kehikmatan dan kenikmatan kasih karunia Sang Juru Selamat, bukan perayaan natal yang hilang dari konteks seperti sekarang ini yang sarat akan konsep materilistis dan komersialitas.
"Natal harus penuh kehikmatan dan kenikmatan kasih karunia Sang Juru Selamat". jelas Okto. Namun demikian. Okto berharap perayaan Natal ini menjadi refleksi bersama Umat Kristiani, bukan untuk kepentingan oknum saja, ditengah momentum tahun politik sekarang ini.
"Jangan sampai perayaan natal ini kecolongan sehingga bisa merusak citra hari Umat Kristiani terlebih hari raya tersebut. Natal harus bersih dari kepentingan politik" tegas Okto.
Selain itu, Okto meminta agar seluruh peserta Natal Sekota Bogor, saling menjaga kekondusifan dan kekhusyukan Natal itu sendiri. (DPT)
