Skip to content Skip to navigation

JOSE SILITONGA : PIMPINAN PGI KE KEDIAMAN JUSUF KALLA, GAGALNYA SUARA KENABIAN

GEREJANI DOT COM - Tokoh masyarakat kristiani yang mempunyai rekam jejak pengalaman aktivisme multisektoral, Dr. Togi Jose P. Silitonga, SH., MA., M.Pd.K geram dengan aksi pimpinan PGI menemui Jusuf Kalla dikediamannya, dalam kondisi JK viral polemik dan kontroversi ceramahnya di Masjid UGM, yang kini sudah masuk ranah hukum dengan adanya pihak yang melaporkan JK ke Polri atas dugaan penistaan agama.

Jose mengatakan kedatangan PGI ke rumah mantan Wapres H.Jusuf Kala (JK), terkait masalah pro kontra ceramah JK di Masjid UGM, yang menyinggung doktrin agama Kristen sungguh tidak elok dan salah langkah.

Pimpinan PGI Menemui JK, Sesuaikah dengan Tritugas Panggilan Gereja?

Jose mempertanyakan apakah kedatangan pimpinan PGI ke kediaman JK, sesuai dengan Tritugas Panggilan Gereja, yakni Koinonia, Marturia, dan Diakonia.

“Tri Tugas Panggilan Gereja adalah Koinonia, Marturia dan Diakonia. Kedatangan PGI ke rumah JK bisa saja dianggap Diakonia, tetapi itu multi tafsir. Ketua PGI itu mewakili Gereja-gereja se-Indonesia, mestinya tanya dahulu ke warga gereja setuju tidak PGI ke rumah JK? Pemimpin harusnya bijak, evaluasi dulu, bisa tidak, elok tidak saya ke sana (rumah JK). Yah mungkin sah-sah saja dia ke sana tetapi unek-unek orang harus dilihat juga,” terang Jose saat ditemui di kawasan Rawamangun Jakarta Timur Sabtu (25/04/2026).

Jose Silitonga yang juga Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), menilai langkah tersebut perlu diuji secara etik dan teologis, mengingat Ketua Umum PGI membawa mandat seluruh gereja, bukan kepentingan pribadi.

Jose menegaskan bahwa sebagai pimpinan lembaga besar seperti PGI, yang berisikan banyak sinode gereja, setiap langkah seharusnya mempertimbangkan pandangan gereja anggotanya.

"Ketika PGI begitu cepat dan sigap merespons polemik elite dengan berkunjung ke Jalan Brawijaya, ribuan jemaat di berbagai daerah justru menanti kehadiran nyata PGI saat rumah ibadah mereka disegel" ujar Jose Dewan Penasehat Persatuan Sarjana Kristiani Indonesia (PERSAKI).

SKB 2 Menteri, 'PR' Tidak Diurus PGI

“Persoalan besar yang tidak diselesaikan PGI sejak 2006 adalah SKB 2 Menteri. Apa tugas PGI? Kenapa ini tidak diurusi Gereja-gereja dibakar, ditutup, dibongkar, saja. Harusnya PGI hadir di sana melalui Diakonia dan Marturia,” ungkap Jose Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN (Institut Pendidikan Dalam Negeri) dengan nada prihatin.

Ia menilai kepemimpinan PGI saat ini kerap terjebak pada kegiatan seremonial dan pencitraan.

Masalah Hukum Polemik Ceramah JK

“Belum ada kepastian hukum belum bisa dikatakan bahwa itu benar, belum berproses hukum, pun video yang dipenggal belum tentu benar,” jelas Jose yang juga Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum Pers Indonesia (LBHPI).

Jose sangat menyayangkan sikap dan pernyataan Ketum PGI di rumah JK, terkesan membela seolah-olah benar JK tidak bersalah padahal belum ada kepastian hukum.

“Banyak hal yang jauh lebih penting untuk mengurusi nasib gereja dan umat kristiani, ketimbang masalah JK. Lihat levelnyalah, mana lebih pantas PGI ke rumah JK, atau JK yang mendatangi PGI,” tukas Jose.

Aksi pimpinan PGI mendatangi kediaman JK, menurut Jose yang juga pernah menjadi pimpinan PIKI, adalah sebagai “kegagalan memprioritaskan suara kenabian” oleh lembaga representasi organisasi gereja terbesar di Indonesia tersebut.

"Kunjungan PGI ke kediaman JK di Jl Brawijaya, meninggalkan pertanyaan fundamental. Jika kehadiran lembaga sekelas PGI gagal memberikan warna kenabian di Republik ini dan hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran bagi manuver para politisi, masihkah ia relevan menyandang mandat dari ribuan gereja di Indonesia?" ujar Jose

“Kepergian ke sana menurut hemat saya tidak tepat. Ada muatan apa di sini? Kepentingannya apa? Belum tentu gereja-gereja setuju. Itulah suara nabi yang sebenarnya harus kita kritisi,” tandas Jose.

Share

Advertorial