

Puncak Perayaan Jubileum 100 tahun HKBP Kernolong, kemarin (Minggu, 22 September 2019) diadakan Ibadah khusus dengan pelayan firman Tuhan, Ephorus HKBP Ompui Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing.
Perayaan 100 tahun HKBP Kernolong, diketuai oleh St Hotman Nainggolan SE MBA, mengangkat tema "Martinangi, Marpambahenan, Marnida", dan dengan sub-tema : Huria Namatoras, Mamora Dihatani Debata, Mangaringgas Dipambahenan, Magodang di Parbinotoan, jala Manotong di Haburjuon. Perayaan dihadiri juga puluhan pendeta HKBP diwilayah DKI Jakarta, parhalado HKBP Kernolong, para perwakilan keluarga pendiri HKBP Kernolong, serta keluarga keturunan tokoh-tokoh nasional yang juga warga HKBP Kernolong, seperti Keluarga Amir Syarifuddin Harahap (mantan Perdana Menteri Indonesia), Sutan Gunung Mulia Harahap (Mantan Menteri Pengajaran), Merari Siregar (sastrawan angkatan 45), A.M Tambunan (mantan Menteri Sosial), dan yang lainnya. Turut memeriahkan acara, artis senior Victor Hutabarat, paduan suara sejumlah gereja, tortor anak sekolah minggu, dan sejumlah penampil lainnya.
Gerejani Dot Com berkesempatan berbincang-bincang dengan Pendeta Ressort HKBP Kernolong, Pdt. Maurixon Silitonga, M.Th, Ketua Panitia St. Hotman Nainggolan, SE., MBA, dan seorang jemaat senior Jos Silitonga berusia 85 tahun.
Dari perbincangan secara terpisah dengan tiga narasumber tersebut, terungkap fakta sejarah adanya jejak pergerakan kebangsaan dan kemerdekaan jemaat HKBP Kernolong, dan dukungan dari (setidaknya) dua Gereja Kristen Indonesia (GKI) terhadap upaya berdirinya HKBP Kernolong, yakni GKI Kwitang (dulu dikenal sebagai Gereja Kwitang), dan GKI Perniagaan (dulu bernamakan Gereja Patekoan).
Jos Silitonga sebagai salah seorang warga jemaat, saksi sejarah panjang HKBP Kernolong, menceritakan bahwa saat dirinya berusia remaja, abang kandungnya dan sejumlah pemuda HKBP Kernolong, aktif dalam pergerakan kebangsaan yang melahirkan Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan.
Jos Silitonga menceritakan juga Abangnya dan sejumlah rekannya, menjadi pasukan istimewa perwira militer bernama A.H Nasution. Mereka aktif turut berperang.
Sementara itu Pdt. Maurixon mengemukakan bahwa ada
pemuda HKBP Kernolong saat itu, yang nantinya menjadi tokoh besar di Indonesia, yakni Amir Syarifuddin Harahap, yang mendirikan Jong Bataksbond, terlibat dalam Sumpah Pemuda.
Sementara Ketua Panitia, St. Hotman Nainggolan, mengungkapkan bahwa Panitia sebagai penghormatan, dan rasa syukur atas pengorbanan dan dedikasi jemaat mula-mula HKBP Kernolong, serta partisipasinya bagi bangsa, negara, dan masyarakat, Panitia telah menyiapkan tanda apresiasi yang diserahkan kepada keturunan dari keluarga Amir Syarifuddin Harahap (mantan Perdana Menteri), Sutan Gunung Mulia Harahap (mantan Menteri Pengajaran setelah Ki Hajar Dewantara), Merari Siregar (sastrawan angkatan 45, penulis novel 'Azab dan Sengsara'), perwakilan warga jemaat senior. Jos Silitonga, dan sejumlah tokoh lainnya.
Sedangkan dukungan gereja-gereja lainnya, yakni GKI Kwitang dan GKI Perniagaan. Berdasarkan paparan sejarah dalam ibadah minggu kemarin, terungkap bahwa sebelum berdiri gedung Gereja HKBP Kernolong, bahkan saat awal munculnya persekutuan berbahasa batak, yang menjadi cikal bakal dan awal berdirinya HKBP Kernolong, GKI Kwitang menjadi tempat persekutuan mereka bertahun-tahun, sementara GKI Perniagaan, berpartisipasi aktif mendukung dana dan materi pembangunan gedung Gereja HKBP Kernolong.
Kebersamaan dan ikatan kekeluargaan antara HKBP Kernolong, GKI Kwitang dan GKI Perniagaan, masih terpelihara baik. Perwakilan GKI Kwitang dan GKI Perniagaan turut hadir dalam Ibadah Peringatan 100 Tahun HKBP Kernolong, bahkan turut memeriahkan dengan paduan suara anak-anak sekolah minggunya.
Tidak hanya jejak pergerakan kebangsaan dan kemerdekaan, tetapi 100 tahun HKBP Kernolong juga menorehkan jejak toleransi dan harmonisasi antar umat beragama. Hal ini diungkapkan Pendeta Maurixon, yakni saat prosesi para pendeta, parhalado, dan yang lainnya, mereka berjalan kaki dari rumah huria menuju gedung gereja, melintas depan masjid, sejumlah pengurus masjid dan warga non kristiani, turun tangan membantu akses perjalanan prosesi sehingga lancar. (DPT)
