
Kegerakan Bapa Sepanjang Kehidupan, akrab dikenal sebagai BSK, adalah lembaga yang kelahirannya pada 2011, diinisiasi oleh Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKj (K), Ketua Pokja Keluarga Sinode Gereja Bethel Indonesia. BSK diketuai Pdt. Hengky So, Ricky Rido Sinaga sebagai Sekretaris, Bagwanto Anthony Bendahara, Pdt. Kiki Rusmin Deputi Organisasi, Deputi Networking Pdt. Togi Simanjuntak, Deputi Litbang Pdt. Anthonius Sitompul, didukung dengan 3 orang Katalis berbasis kewilayahan, yakni : Katalis Jawa Barat Pdt. Yosef Antonius, Katalis Kalimantan Pdt. Ronny Taufik, dan Katalis Jakarta Banten Pdt. Roditus.
BSK sudah banyak mengadakan pelatihan, seminar/diskusi, maupun pembinaan kepada para hamba Tuhan lintas denominasi, dan juga kepada jemaat diberbagai daerah. BSK mempunyai visi : menjadikan laki-laki untuk menjadi Bapa Sepanjang Kehidupan bagi keluarga, masyarakat, kota, dan bangsa. Sementara misi BSK adalah menggerakan setiap laki-laki berfungsi menjadi bapa yang mengerti tujuan dan panggilannya untuk menjadi pemimpin yang mengasihi keluarganya dengan kasih bapa.
Kemarin Jumat 15 Februari 2019, bertempat di Mapple Meeting Room lt. 9 Hotel Mercure kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, pengurus BSK mengadakan Rapat Kerja dalam rangka evaluasi laporan kerja tahunan, dan menyusun rencana kerja tahun 2019. Selain pengurus inti, rapat kerja dihadiri beberapa perwakilan daerah.
Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKj (K) sebagai pendiri BSK, sekaligus Ketua Pokja Keluarga Sinode GBI, sesaat setelah raker, menjelaskan latarbelakang lahirnya kegerakan BSK kepada media.
Dijelaskan Pdt. Dwijo, demikian akrab disapa, mengemukakan ada lima masalah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda secara universal, yakni :
- Keretakan dalam keluarga (broken home)
- Pencarian jati diri / keutuhan diri
- Pergaulan yang buruk
- Merosotnya nilai luhur dan moral akibat pengaruh perubahan nilai kehidupan (lingkungan/media)
- Tidak memiliki tujuan hidup (visi)
Lebih lanjut Pdt. Dwijo menjelaskan, karena itu keluarga harus tercipta secara harmonis sehingga dapat berperan penting dalam menumbuhkembangkan anak-anak yang menjadi penerus dan pelaku pembangunan bangsa untuk dapat berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.
“Keluarga yang harmonis tercipta karena seorang laki-laki menjalankan fungsinya menjadi seorang Bapa Sepanjang Kehidupan yakni bapa yang utuh, sebagai pemimpin, pendisiplin dan pendidik yang mengayomi istri dan anak-anaknya dengan kasih Bapa. Laki-laki adalah sumber yang menentukan harmonis tidaknya sebuah keluarga. Kokohnya sebuah keluarga disebabkan karena laki-laki benar-benar berfungsi menjadi bapa. Berlandaskan pemikiran tersebut, maka lahirlah sebuah kesadaran bertanggungjawab untuk membuat setiap laki-laki menyadari panggilannya untuk menjadi Bapa Sepanjang Kehidupan yang bisa membentuk keluarga-keluarga yang harmonis serta dapat membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan kasih Bapa untuk menjadi generasi muda cemerlang yang memiliki akhlak budi pekerti dan kapasitas yang baik (Maleakhi 4:5-6). Kesadaran bertanggungjawob tersebut pada akhirnya dituangkan lewat strategi yang kemudian menjadi kegerakan bernama BAPA SEPANJANG KEHIDUPAN (BSK)” ungkap Pdt. Dwijo alasan lahirnya BSK.
Pdt, Dwijo yang didampingi Ketua BSK Pdt. Hengky So, dan Pdt. Togi Simanjuntak, Pdt. Antonius Sitompul, memberikan keterangan kepada media, diantaranya media yang berhimpun dalam organisasi Perwamki (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), tentang perjalanan BSK sejak kelahirannya tahun 2011, pertemuan dikoordinir oleh Prambudi dari media Sinode GBI.
“BSK bekerjasama dengan pemerintah, seperti BKKBN, Kemensos, Kemendikbud, juga terlibat aktif dalam wadah Indonesia Need A Father (INAF)” ujar Pdt. Hengky So.
BSK sejak 2011 hingga saat ini telah menjangkau 4178 orang peserta, dengan rincian : 2012-2015 sebanyak 970 orang, 2016 menjangkau 766, 2017 sebanyak 924 orang, dan tahun 2018 mampu menjangkau 1518 orang.
Kegerakan BSK sekalipun masih terfokus pada lingkup internal gereja-gereja dalam naungan Sinode GBI, tetapi dalam perjalanannya BSK telah melayani sejumlah gereja diberbagai daerah, sekalipun tidak dalam konteks formal sinode/majelis gereja dimaksud, demikian dijelaskan Pdt. Hengky.
Pdt. Dwijo sebelum menutup pertemuan dengan media, mengemukakan bahwa BSK akan terlibat aktif pada Bulan Keluarga Sinode GBI, yang akan diadakan pada bulan Juni 2019 dengan tema “Strong Family”. Pdt. Dwijo pun mengutarakan bahwa BSK bersedia mengadakan pelatihan BSK untuk para pewarta media kristen. (DPT)
