

“Saya pernah pada jaman Presiden SBY, akan diberikan penghargaan kenaikan pangkat sebagai Jenderal Kehormatan Bintang Empat, tapi saya tidak mau, saya puas sekalipun terakhir meraih pangkat Jenderal Bintang Tiga” ungkap Letnan Jenderal TNI (Purn) Tiopan Bernhard Silalahi, SH, saat siang hingga sore tadi (Jumat, 13 Desember 2019) bicara dalam Diskusi Publik “Peran Pemuda Kristen Dalam Pembangunan Nasional Era Revolusi Industri 4.0”, yang diadakan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), di Gedung Artha Graha SCBD.
Diskusi publik dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta, selain generasi muda, khususnya generasi milenial, acara diskusi dihadiri juga oleh Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat, dan sejumlah fungsionaris DPP GAMKI lainnya, sejumlah generasi senior, diantaranya mantan Ketua Umum DPP GAMKI M. Alex Paath, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Pdt. Harsanto Adi, dr. Evi Doureen Siringoringo, dan juga sejumlah fungsionaris PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), seperti Ketua Umum DPP PERWAMKI Stevano Margianto, Bendahara Umum Nuel Wicaksono, Deddy Tambunan, Victor Ambarita, dan Robby Go yang juga salah seorang pengurus DPP GAMKI.
Diskusi publik hari ini, merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang dipersiapkan Yayasan T.B Silalahi, dalam rangka mendukung pembinaan generasi muda Indonesia, khsususnya generasi muda kristen.
T.B Silalahi sebagai seorang tokoh nasional, mempunyai pengalaman dan latarbelakang kepemimpinan, yang hingga kini masih menjadi panutan banyak pihak, termasuk diantaranya generasi muda kristen Indonesia.
Tampil sebagai pembicara tunggal, T.B Silalahi mengawali paparan materinya, dengan mengisahkan latarbelakang keluarga dan kehidupannya. Disampaikan oleh Opung TB, demikian sapaan akrab T.B Silalahi, bahwa dirinya sejak kecil selalu berusaha untuk menjadi terbaik.
Opung TB pun mengisahkan tentang dirinya ketika menyampaikna visinya tentang pembenahan suatu kawasan kumuh di Jakarta, yang menurut Gubernur DKI Jakarta saat itu, Wiyogo Atmodarminto, bahwa daerah yang dimaksud T.B Silalahi, tidak akan mungkin bisa dibenahi, apalagi dikembangkan. Tetapi kini, daerah yang puluhan tahun lalu dikatakan tidak akan mungkin dapat dibenahi dari kekumuhannya, sekarang menjadi suatu daerah pusat bisnis, yakni Sudirman Central Business District (SCBD). Kisah ini diungkapkan Opung TB, untuk menjelaskan bahwa visi penting dalam suatu perubahan. “Visi bukan fantasi” tegas Opung TB.
“Leadership is not a branding. Branding is temporerly” tegas Opung TB mengingatkan generasi muda kristen.
Opung TB mengemukakan bahwa, sejak jaman Soekarno hingga saat ini, Indonesia tidak mempunyai konsep yang jelas tentang nation character building. Presiden Joko Widodo, pada periode pertama kepemimpinannya, mengeluarkan visi yang disebut Nawacita, tetapi hingga sekarang, tidak jelas konsep visi tersebut.
Diskusi kepemimpinan dan nation character building di era Revolusi Industri 4.0, merupakan bagian dari konsen DPP GAMKI, dalam mempersiapkan generasi muda kristen untuk menjadi generasi pemimpin yang mampu memanfaatkan perkembangan yang ada. Clara Panggabean penyanyi rohani, yang juga pengurus DPP GAMKI, tampil melakukan kesaksian pujian dalam diskusi tersebut. (DPT)
