
"Saya dulu tinggal di Jakarta Selatan, saya saat itu merasakan hidupnya toleransi antar umat beragama, ketika Lebaran Idul Fitri, saya diberi ketupat sayur oleh tetangga yang merayakan, ketika Natalan, keluarga saya pun memberikan kue natal ke tetangga" ungkap Niko seorang warga Jakarta mengenang masa kecilnya. Lin Niko Yehezkiel demikian nama lengkap pria berpenampilan energik.
Niko mengungkapkan selintas masa lalunya, untuk menggambarkan bahwa dirinya gandrung kehidupan Jakarta yang plural dan nyata toleransi antar umat beragama. Ini pula yang menjadi bagian dari komitmen dan visi Niko, bila kelak menjadi Wakil Rakyat di DPRD DKI Jakarta
Niko menyampaikan sharing visi-misi dan pergumulannya dalam kesempatan berdialog dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Perwamki, kemarin siang di Kedai Kopi Donny di kawasan perumahan daerah Pegangsaan Dua Jakarta Utara.
Niko saat ini sedang bergumul mendapatkan dukungan menjadi Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Nasdem, dia merupakan caleg nomer urut 9 untuk daerah pemilihan Jakarta Utara 2, meliputi Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Kepulauan Seribu.
Visi perjuangan yang diusung Niko, adalah Jakarta Baru dalam mewujudkan dan menjalankan “Ekonomi Kerakyatan”. Demi tercapainya Jakarta yang adil, penuh Toleransi dan Gotong Royong. (Melayani dan Berjuang dengan gigih melalui DPRD untuk Jakarta Baru bersama Rakyat dan Partai NasDem untuk terlaksananya program “Ekonomi Kerakyatan").
Memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk terlaksananya keselarasan demi terwujudnya Jakarta Baru yang Adil penuh Toleransi dan kegotong royongan dalam rangka memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indoneaia secara berkesinambungan, itulah misi perjuangan Niko kelak sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta.
Dialog Niko bersama Perwamki berlangsung hangat dan bersahabat, Niko didampingi sejumlah relawan pendukung, mengungkapkan bahwa dirinya dengan dibantu relawan Sahabat Niko, senantiasa turun lapangan, alias blusukan.
"Saya selalu blusukan, untuk menyapa dan mengetahui langsung kehidupan dan pergumulan rakyat. Bagaimana bisa kita mengenal dan memahami keinginan rakyat, bila tidak turun langsung blusukan, apalagi kalau hanya pasang spanduk jual figur Ketua Umum partainya" begitu ungkap Pembina Rumah Sahabat Niko menceritakan aktivitasnya sebagai caleg saat ini.
Niko pernah menjadi Ketua pengurus lingkungan tempat tinggalnya, itu memberi dia pengalaman dan pelajaran menjadi seorang abdi masyarakat.
"Saat menjadi Ketua pengurus lingkungan, saya inisiatif mengadakan kumpul warga secara rutin, kita saling mengenal sesama warga, saya bawa pedagang-pedagang makanan gerobakan, warga bebas makan,
bagaimanapun bila terjadi sesuatu dengan kita atau keluarga, tetangga lah yang terdekat akan menolong" ungkap Niko yang juga Bendahara DPW Partai Nasdem DKI Jakarta. (DPT)
