Skip to content Skip to navigation

MENDAGRI TITO KARNAVIAN HADIRI PENUTUPAN GENERAL ASSEMBLY WORLD EVANGELICAL ALLIANCE 2019

Pertemuan raya gereja-gereja Injili se-dunia tahun 2019, yang dimulai pada 7 November 2019, bertempat di SICC Sentul Selatan Bogor, Jawa Barat, yakni General Assembly World Evangelical Alliance 2019, kemarin malam (Selasa, 12 November 2019) telah berakhir.

Penutupan GA WEA 2019, yang diikuti sekitar 1000 orang delegasi utusan 92 negara anggota WEA, kemarin malam secara resmi ditutup oleh General Secretary sekaligus CEO WEA Bishop Efraim Tandero.

Seremoni penutupan tidak seramai pembukaan, dikarenakan cukup banyak delegasi yang sudah meninggalkan lokasi sidang umum WEA, dikarenakan jadwal penerbangan mereka untuk kembali ke negara masing-masing, demikian penjelasan yang disampaikan Humas GA WEA Robby Go.

Namun demikian, pengamatan Gerejani Dot Com melihat suasana seremoni penutupan tidak kalah meriahnya dengan penutupan. Selain tampilnya band yang menyanyikan lagu-lagu rohani kontemporer, performa pelukis banner menggambarkan sosok Yesus Kristus dengan mahkota duri dan tangan bekas luka tusuk paku, testimoni, sharing sejumlah narasumber, dan ada satu hal menarik terjadi, yangmana hal ini tidak terjadi saat pembukaan, yakni kehadiran pejabat pemerintah Indonesia.

Jenderal (Pol) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, mantan Kapolri, yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, hadir dalam seremoni penutupan Sidang Umum Gereja-gereja Injili se-Dunia.

Tito menyambut baik dan hangat kehadiran peserta, dan keberadaan pertemuan GA WEA 2019 di Indonesia. Tito berpesan agar peserta dari mancanegara, dapat menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat Indonesia.

Tito secara khusus dalam sambutannya, menyebut salah seorang peserta GA WEA asal Papua, yang dia kenal baik saat bertugas menjadi Kapolda Papua, yakni Pdt Lipiyus Biniluk, M.Th.

Tito juga saat sambutannya
kemarin malam, selain membagikan pengalamannya saat aktif sebagai Polri, bertugas menangani terorisme, tindakan intoleran, dan aksi-aksi radikalisme agama, juga mempromosikan Pancasila kepada khususnya peserta mancanegara. Tito menyatakan bahwa Pancasila adalah rahmat dari Tuhan untuk Indonesia.

Tito pada kesempatan berbicara dalam penutupan GA WEA 2019, mengungkapkan bahwa dirinya juga ditugaskan melakukan persiapan pertemuan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, yang diadakan di tempat yang sama dengan pelaksanaan GA WEA 2019, yakni Sentul International Convention Center (SICC), pada hari Rabu 13 November 2019.

Pertemuan raya Sidang Umum WEA 2019, pun telah menghasilkan kepengurusan internasionalnya, yakni International Council, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia GA WEA Pdt Anton Tarigan.

Pdt Anton menjelaskan bahwa International Council merupakan struktur internal dalam WEA. "International Council itu struktur dalam WEA, yang memang bertugas untuk menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta semua yang sifatnya tata aturan, itu semua IC yang menentukan. Indonesia yang sebelumnya mencalonkan dua orang, namun belum berhasil, Asia diwakilkan oleh 1 orang dari Filipina, Bishop Noel Pantoja, dan dari Sri Lanka, seorang perempuan, Yamini Revendra" jelas Pdt Anton.

Lebih lanjut dijelaskan Pdt Anton, bahwa IC WEA yang dipilih sebanyak 14 orang. Ketua (President) IC yang baru berasal dari Afrika, yakni Goodwil Shana, dipilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Berikut nama-nama anggota International Council WEA : Goodwil Shana (Afrika), Desmond Austin (Karibia), Marta Gaspari (Amerika Latin), Bassem Fekry (Afrika Utara-Timur Tengah), Sekretaris IC John Langlois, Mario Li Hing (Mauritius), Ken Artz (Amerika Serikat), Yamini Revendra (Sri Lanka), Noel Pantoja (Filipina), Frank Hinkelmann (Eropa), David Guretzki (Amerika Utara), Palmira DS (Angola), Snehal Pinto (India), dan Brian Winslade (Pasifik Selatan).

Pdt Anton menyampaikan bahwa, sisa waktu masa jabatan Sekjen WEA saat ini, Bishop Efraim Tandero masih dua tahun lagi. "Jadi yang saat ini dipilih dalam forum GA WEA adalah International Council, yang nanti tahun depan mereka akan bersidang memilih General Secretary yang baru menggantikan Bishop Efraim Tandero" urai Pdt Anton.

Sementara mengenai penetapan tuan rumah GA WEA berikutnya, Pdt Anton menjelaskan bahwa GA WEA saat ini, belum menetapkan tuan rumah GA WEA berikutnya, yakni 6 tahun ke depan. (DPT)

Share

Advertorial