
Kantor Sinode Gereja Bethel Indonesia berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.65 Cempaka Putih Jakarta Pusat, kemarin (Senin, 26 Agustus 2019) terlihat begitu ramai orang berlalu lalang, nampak pula sejumlah kendaraan dan bis, beberapa banner informasi, dan sejumlah orang ada yang mengenakan, ada juga yang memegang name tag. Ada apa gerangan? Setelah memperhatikan banner-banner, spanduk, dan sejumlah tampilan informasi, jelas diketahui, bahwa Kantor Sinode GBI, yang disebut juga dengan Graha Bethel, kedatangan begitu banyak pendeta GBI dari berbagai daerah, mereka akan mengikuti Sidang Sinode GBI. Sidang Sinode GBI akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang Sentul Selatan, Bogor Jawa Barat, pada hari ini Selasa 27 Agustus 2019 hingga 30 Agustus 2019.
Sidang Sinode GBI direncanakan akan dibuka sore nanti (Selasa, 27 Agustus 2019) oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, mewakili Menteri Agama RI atas nama Presiden RI Ir. Joko Widodo.
Ketua Umum Sinode GBI Pdt. Dr. Japarlin Marbun, M.Pd.K kepada Gerejani Dot Com, saat ditemui usai menjadi Pembicara pada Seminar Gereja & Kebangsaan bertajuk “Mengenal dan Menangkal Terorisme & Radikalisme”, kemarin di Graha Bethel kerjasama GBI dengan PGIW DKI Jakarta, menungkapkan bahwa pembukaan Sidang Sinode GBI akan dibuka oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag mewakili Menteri Agama, atas nama Presiden RI yang berhalangan hadir. Pdt Japarlin juga menyampaikan bahwa, update jumlah peserta sidang sinode yang terdaftar, sudah melewati angka 4000.
“Sampai sekarang yang mendaftar sudah lebih dari 4000, kemungkinan bisa 5000, memang prediksi kita 5000, karena animonya memang sangat-sangat tinggi, sehingga kita panitia mengusahakan sebisa mungkin supaya bisa tertampung dan terakses dengan baik. Yang buka Dirjen saja, awalnya kita mengharapkan Presiden, tapi ternyata Presiden, karena kesibukan yang sangat besar, sehingga kemudian Presiden mendelegasikan kepada Menteri, sedangkan Menteri Agama sekarang masih diluar (negeri), urusan haji, dari awalnya kita berharap lebih kekeluargaanlah, supaya tidak begitu sulit koordinasi keamanan.” jelas Pdt Japarlin yang juga salah satu kandidat Ketua Umum Sinode GBI, untuk kali periode kedua.
Sementara ketika ditanya mengenai pembahasan laporan pertanggungjawaban, Pdt Japarlin menjelaskan bahwa, laporan pertanggungjawaban sudah disahkan dalam Sidang MPL beberapa hari lalu, sehingga nanti pada Sidang Sinode hanya dibacakan.
“Karena pertanggungjawaban kita sudah disahkan di MPL, jadi MPL itu mengesahkan pertanggungjawaban, jadi kita hanya sekedar menyampaikan ke publik saja” tambah Pdt Japarlin.
Pdt Japarlin ketika berbicara dalam seminar “Mengenal dan Menangkal Terorisme & Radikalisme”, kemarin di Graha Bethel kerjasama GBI dengan PGIW DKI Jakarta, mengemukakan “Para hamba Tuhan GBI yang melayani di tengah-tengah masyarakat harus memahami dinamika yang terjadi. Khususnya sekarang ini makin maraknya aksi terorisme dan radikalisme. Menyikapi hal tersebut, maka gereja harus memahami. Supaya kita bisa menyikapi dengan baik. Jangan sampai kita terjebak dalam strategi mereka. Selain itu, gereja itu kan dipanggil menjadi berkat dan membangun masyarakat. Dan tentu membangun masyarakat itu ada berbagai segi. Termasuk diantaranya adalah meningkatkan keamanan. Kalau tidak aman,kan tidak mungkin kita bisa bekerja dengan baik. Tetapi kalau aman, kita bisa bekerja dengan baik. Untuk itulah kita harus memahami dan mengerti situasi dan kondisi. Itu sebabnya saya dorong para pejabat di daerah supaya mereka memahami dan mengikuti seminar ini. Sehingga mereka pulang ke daerahnya, bisa mencerahkan masyarakat. Hal-hal semacam inilah yang harus dipahami dan dilakukan sebagai peran gereja di tengah masyarakat”.
Lebih lanjut Pdt Japarlin menjelaskan, melalui seminar ini diharapkan bisa tertular dan dilakukan di daerah- daerah. “Karena banyak masyarakat daerah di Indonesia yang sudah terpapar radikalisme. Oleh karenanya, ke depan, kita akan lakukan hal semacam ini untuk memperkuat peran GBI di daerah. Karena sudah waktunya GBI berperan di tengah masyarakat. Sebagai gereja terbesar, kita dapat menunjukkan perannya. Agar kehadiran GBI dapat menjadi berkat di tengah masyarakat,” tandas Japarlin.
Selain Pdt Japarlin, seminar tersebut mengundang hadir nara sumber, diantaranya adalah; Pdt. Dr. Albertus Patty ( ketua PGI), Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketum Sinode GBI), Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Mamoto (Pengajar penangkal terorisme dan radikalisme), Nasir Abas (Mantan teroris Asia), dan dimoderatori oleh Pdt. A Shephard Supit (PGIW DKI Jakarta). (DPT)
