
Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, M.Th adalah gembala sidang Gereja Bethel Indonesia di Bandung dan Jakarta. Ketua Sekolah Tinggi Teologi “Kharisma” Bandung, pembicara radio dan televisi yang ada di Indonesia, dan di berbagai acara rohani di Indonesia dan luar negeri (Asia, Australia, Eropa dan Amerika), demikian dikutip dari gbi-bethel.org.
Pendidikan Teologi ditempuhnya di : Seminari Bethel Petamburan Jakarta – Sarjana dalam bidang PAK (Pendidikan Agama Kristen), Institut Alkitab Tiranus Bandung – Master dalam bidang Konseling, Universitas Kristen Indonesia Jakarta – Master dalam bidang PAK dan STII – Yogyakarta ; Doctor of Ministry dalam bidang konsentrasi Pastoral Leadership dan juga Doctor of Theology dalam bidang Misi. Beliau kini tinggal di Bandung bersama istrinya, Dra. Lenawati Tanudjaja dan ketiga putri mereka : Jessica, Jovita dan Joy.
Pdt Rubin jelang pencalonan dirinya menjadi Ketua Umum Sinode GBI pada Sidang Sinode GBI ke-16, sudah berjanji jika Tuhan mempercayakan dirinya jadi Ketua Umum, maka tidak akan mengambil honor, dan semuanya akan disumbangkan untuk pelayanan GBI. “Ini komitmen pribadi, karena saya sudah diberkati Tuhan melalui gereja lokal di Bandung, Australia dan Belanda. Juga sekolah diberbagai tempat,” tutur Pdt Rubin sebagaimana dirilis sejumlah media beberapa waktu lalu.
Motto pelayanan bila dirinya menjadi Ketua Umum Sinode GBI, Pdt Rubin mengemukakan bahwa dirinya akan menerapkan motto “GBI SEHATI”. Dijelaskan Pdt Rubin, dengan sehati berkat Tuhan akan mengalir, kalau tidak sehati yang terjadi intrik dan pertentangan. Lebih lanjut Pdt Rubin menjelaskan, Sinode GBI sifatnya desentralisasi atau semua otonom, karena itu, maka ketua GBI sifatnya hanya pengayom.
Tagline motto “GBI SEHATI” itu sendiri menurut Pdt Rubin adalah idiom dari, huruf S untuk kata Sinergi potensi, maksudnya gereja besar harus dukung gereja kecil. Kemudian huruf E dari kata Erat dengan Roh Kudus dimaksudkan alkitabiah berciri pentakosta seperti disebutkan founding fathers GBI Om Ho, pujian penyembahan doa sangat penting dalam Roh Kudus. Lalu huruf H berarti Harmonisasi keluarga, panggilan utama pendeta bukan gereja tapi membangun keluarga, untuk huruf A merujuk Aktifkan pemimpin muda, pada 2030 golongan millenial yang paling penting berperan dan karena itu GBI harus menjangkau mereka. Sedangkan huruf T berasal dari Teknologi terpadu, mengadakan pelayanan online sekolah dan rapat pengurus untuk efisiensi waktu dana biaya. Nanti akan aktif di sosial media dan majalah. Perlu juga nanti ada Bethel TV channel. Lalu juga transparansi ini soal keterbukaan dengan auditor. Dengan itu akan dipercaya (trust) akan mendatangkan lebih banyak. Terakhir huruf I bagian dari kata misI,. mencapai 10 ribu gereja. Karena itu gereja harus didewasakan sehingga bisa membuka cabang. Oleh karena itu penting melakukan pemuridan terutama dalam mentoring. (DPT)
