
Pdt. Dr. Tony Mulia, MA, anak rohani Dr. Morris Cerrulo, penginjil lintas bangsa asal San Fransisco Amerika Serikat, sekalipun saat-saat ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan konferensi yang akan membahas kebangkitan iman melalui lawatan Roh Kudus, yakni "Indonesia Conference of The Holy Spirit" dengan pembicara utama Dr. Morris Cerrulo.
Konferensi Dr. Morris Cerrulo akan diadakan di ICC Mega Glodok Kemayoran Jakarta Pusat, pada 26-27 September 2019, juga akan dilayani oleh Pdt. Tony Mulia sebagai salah satu pembicara. Morris Cerrulo sebagai Bapak Rohani Pdt. Tony Mulia, diantaranya mengajarkan tentang sekolah pelayanan dan pelayanan pelepasan kutuk generasi.
Kemarin, Sabtu 24 Agustus 2019, bertempat di Gereja Kristen Bersinar El-Bethel "House of Worship", Jl Kelapa Puan Raya, FU-1 13-14, Jakarta Utara, mengadakan Ibadah Mematahkan dan Memutuskan 18 Kutuk Generasi. Ibadah yang sudah dilaksanakan beberapa kali, telah membantu pemulihan kehidupan banyak pribadi ataupun keluarga.
Pdt. Tony menjelaskan bahwa kutuk dan berkat dua hal yang selalu menyertai kehidupan manusia. Lebih lanjut Pdt. Tony menyebutkan kata "berkat", disebut dalam Alkitab sebanyak 410 kali, sedangkan "kutuk" disebut sebanyak 230 kali.
"Perhatikan Ulangan 28 ayat 1-14, ayat 15-68. Dikatakan pada ayat 1, Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya
“ (1) Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Kalau dibilang, kalau engkau mau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahnya yang disampaikan padamu, artinya cuma gara-gara mendengar, setia, maka berkat ini akan datang padamu. Apa yang dimaksud berkat? Ayat 2 sampai dengan ayat 14, (2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (3) Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4) Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar ” terang Pdt Tony.
Sementara tentang kutuk, Pdt Tony menjelaskan, “ Tetapi jika engkau tidak mendengarkan; -jadi menutup kupingmu, tidak mendengarkan, kalau dengan mendengarkan, gimana bisa melakukan, ga mungkin bisa melakukan, jadi kalau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya yang kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu, dan mencapai engkau, ini ayat 15, lalu ayat 16 sampai 68 baca dirumah semua, itu tentang kutuk. Berkat dan kutuk, cuma mendengar dan tidak mendengar. Berkat dan kutuk itu tidak beda dengan terang dan gelap. Kalau ada terang, maka gelap tidak akan ada. Kalau ada berkat, maka kutuk akan tidak ada. ”
Selanjutnya, Pdt Tony menjelaskan maksud isi kitab Matius 1 ayat 17, yang berbunyi “ Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. ”.
Pdt Tony menuliskan pada whiteboard, daftar nama keturunan dalam Alkitab, sebagaimana disebutkan Matius 1 ayat 17, tetapi pada bagian 14 keturunan yang ketiga, yakni dari pembuangan ke Babel hingga ke Yesus Kristus, ternyata hanya 13 nama keturunan, dan tidak 14 sebagaimana disebutkan Matius 1 ayat 17. Pdt Tony menjelaskan hal tersebut dengan mengambil contoh Nabi Elisa.
Dikatakan Pdt Tony, suatu kali sewaktu Elia bertemu Elisa, dikatakan bahwa nanti Elisa akan mendapatkan double portion, dua kali lipat. Lebih lanjut Pdt Tony menjelaskan, sepanjang hidup Elia, Elia membuat 10 kali mukjizat, setelah dia meninggal, Elisa menggantikan menjadi Nabi. Elisa membuat mukjizat baru 19 kali, dia meninggal dunia. “Kenapa baru 19 kok meninggal? Walaupun Elisanya sudah meninggal, dia dimasukkan ke dalam lubang, di Israel kalau meninggal dimasukkan ke dalam lubang. Ada kuburan disana, kuburannya dimasukkan ke dalam lubang batu, dan mayat ditaruh disana, mayat Elisa ditaruh disana, dan setelah mayat itu menjadi tulang, satu kali ada orang meninggal, dimasukkan ke lubang dimana Elisa meninggal, tersentuhlah oleh tulangnya Elisa, orang yang mati hidup lagi, artinya terjadi mukjizat 20 kali sekalipun Elisanya sudah meninggal, Tuhan menggenapinya saat Elisa meninggal “.
Pdt Tony mengemukakan bahwa dari generasi ke generasi, mulai dari Abraham, hingga sebelum Yesus Kristus, setiap keturunan mempunyai kesalahan yang menurunkan kutuk, sampai generasi ke 41, lahir Yesus Kristus.
“ Dia (Yesus) sendiri bilang, aku mati di kayu salib, aku patahkan setiap kutuk kesalahan orangtua, nenek moyangku, dari generasi sebelumnya, aku pakukan di kayu salib, supaya kuasa dosa itu tidak ada lagi “ jelas Pdt Tony.
Lebih lanjut Pdt Tony mengemukakan bahwa, sebagai orang-orang percaya kepada Yesus Kristus, generasi saat ini adalah yang dimaksud sebagai generasi keturunan yang ke 42. (DPT)
