Skip to content Skip to navigation

PEMBUKAAN GENERAL ASSEMBLY WORLD EVANGELICAL ALLIANCE 2019 DI SICC SENTUL, MERIAH DAN DIHADIRI RIBUAN JEMAAT

General Assembly World Evangelical Alliance, pertemuan akbar organisasi yang menaungi gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili se-dunia, beranggotakan 131 negara, kemarin sore (Kamis, 7 November 2019) telah dibuka secara resmi oleh General Secretary WEA Bishop Efraim Tandero (Filipina), dengan seremoni pembukaan yang meriah, dengan puji-pujian lagu rohani dari grup musik dalam negeri dan luar negeri, parade kebudayaan nusantara (tari-tarian dan lagu-lagu) yang menggambarkan kepelbagaian Indonesia dengan ragam budaya, bahasa, agama, adat istiadat, namun hidup dalam harmoni dan toleransi antar umat beragama, dengan falsafah hidup Pancasila, serta pelukis pasir yang menggambarkan sejarah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Sidang raya WEA akan berlangsung hingga 13 November 2019, dihadiri utusan dari 92 negara (info dari panitia, kemungkinan jumlah ini akan bertambah) dari berbagai kawasan dunia, dengan total jumlah peserta sekitar 1000 orang delegasi.

Pembukaan GA WEA 2019, dihadiri ribuan orang, diantaranya pimpinan nasional PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia), diantaranya Ketua Umum Pdt. Dr. Ronny Mandang, dan Ketua Majelis Pertimbangan Pdt. Dr. Nus Reimas, turut hadir juga perwakilan aras seperti dari PGPI (Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia) Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman, pimpinan nasional Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Pdt. William Wairata, termasuk juga fungsionaris organisasi kewartawanan dari Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI). Pembukaan juga dihadiri utusan dari media internasional, seperti dari Christianity Today Magazine, media kristen dari Amerika Serikat yang didirikan oleh Rev Billy Graham.

Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Gembala Senior GBI Gatot Subroto, sekaligus pemilik gedung tempat berlangsungnya GA WEA, yakni Sentul International Convention Center (SICC) di Babakan Madang Sentul Selatan, Bogor Jawa Barat, dipercaya untuk mensharingkan renungan firman Tuhan tentang tema GA WEA 2019, yakni “Your Kingdom Come” (Datanglah Kerajaan-Mu).

Pdt Niko mengawali renungannya, dengan mengungkapkan bahwa dirinya mendirikan SICC sebagai respon panggilan Tuhan pada dirinya untuk membentuk House of Prayer for All Nations, healing center, miracle center, dan tempat yang berpengaruh untuk trasnsformasi bagi Indonesia dan bangsa-bangsa.

“Saya percaya, General Assembly World Evangelical Alliance diadakan ditempat ini (SICC), bukan suatu kebetulan, tapi saya percaya ada maksud Tuhan yang luarbiasa. Saya akan menyampaikan apa yang Tuhan taruh dalam hati saya. Tema dari pertemuan ini, Your Kingdom Come (Datanglah Kerajaan-Mu), ini adalah doa yang diajarkan Tuhan Yesus, didalam Doa Bapa Kami, dan saya percaya, sebenarnya doa ini harus diperkatakan setiap hari. Pada saat kita berdoa demikian, itu sebetulnya kita berdoa untuk mukjizat, kesembuhan, pelepasan, pertobatan, keselamatan, sebab pada saat Your Kingdom Come, itu terjadi seperti itu, selain itu, kalau kita berdoa Datanglah Kerajaan-Mu, sebenarnya kita berdoa untuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, karena kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua” terang Pdt Niko.

Lebih lanjut Pdt Niko menjelaskan tentang kedatangan Kerajaan Tuhan, menurut kitab Injil Matius. “Pada suatu hari murid-murid Tuhan Yesus bertanya, Guru, apa tanda dari kedatangan-Mu, dan apa tanda dari kesudahan dunia ini, Tuhan Yesus menjawab, salah satunya dari Matius 24 ayat 14 : Dan Injil Kerajaan-Nya diberitakan diseluruh dunia, dan menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa, dan setelah itu tiba kesudahannya. Jadi Tuhan Yesus akan datang kembali, kalau Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan diseluruh dunia, menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Kalau saudara dan saya, sangat merindukan kedatangan Tuhan, berarti kita merindukan supaya Injil Kerajaan Allah diberitakan diseluruh dunia, kesaksian bagi bangsa-bangsa, dan untuk itulah Tuhan memberikan Amanat Agung, karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu, dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa, sampai kepada akhir zaman”.

Pdt Niko dalam renungan firman Tuhan, juga mengungkapkan sejarah pencurahan Roh Kudus, dan dampaknya bagi kekristenan.

“Amanat Agung belum berakhir, karena itu pada tahun 1906, kembali Roh Kudus dicurahkan, di Azusa Street Los Angeles Amerika Serikat, seorang hamba Tuhan bernama William Seymour, dipakai Tuhan luarbiasa. Peristiwa Azusa Street ini dahsyat, menurut Conwel Theological Seminary, 77,9 % kekristenan yang ada saat ini, dimulai pada tahun 1900” jelas Pdt Niko. Kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Pdt Niko tentang nubuatan dari William J. Seymour pada tahun 1909. “Pada tahun 1909, dia (William Seymour) bernubuat, kira-kira 100 tahun ke depan, yakni era sekarang ini, Roh Kudus akan dicurahkan jauh lebih dahsyat dari peristiwa Azusa Street, dan dikatakan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti, sampai Tuhan Yesus datang kembali” ungkap Pdt Niko.

Pdt Niko menyebutkan bahwa hingga kini sudah terjadi curahan Roh Kudus (Pentakosta) dua kali dalam sejarah dunia, yakni pertama pada para murid di Yerusalem, kedua pada peristiwa Azusa Street di Los Angeles Amerika Serikat, dan saat ini, menurut Pdt Niko, kita sudah memasuki Pentakosta yang ketiga.

Selain Pdt Niko, turut bicara dalam pembukaan GA WEA 2019, General Secretary WEA Bishop Efraim Tandero, yang menjelaskan bahwa dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan sidang umum WEA 2019, dikarenakan realitas Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar didunia, memiliki kehidupan toleransi dan harmoni antar umat beragama, dan adanya ideologi Pancasila yang menarik untuk dikenal dan dipelajari bangsa-bangsa, khususnya anggota WEA.

Pdt. Dr. Ronny Mandang sebagai Ketua Umum PGLII (host national committee GA WEA) dalam sambutannya menyatakan dengan tegas, bahwa apapun harganya, Injil Tuhan Yesus Kristus akan terus diberitakan di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pdt. Dr. Anton Tarigan, yang juga Gembala GBI Kabanjahe Karo Sumatera Utara, menjelaskan kepada media, pada saat bersamaan diadakannya GA WEA 2019, berlangsung juga pertemuan besar gereja-gereja, yakni Sidang Tahunan KWI, dan Sidang Raya PGI.


Lebih lanjut Pdt Anton, mengemukakan bahwa dirinya dan Pdt Reza Sigarlaki, belum berhasil masuk menjadi International Council WEA mewakili unsur kawasan Asia, karena dalam forum pemilihan yang diadakan sebelum GA WEA, Pdt Anton dan Pdt Reza yang diajukan PGLII, atas kehendak Tuhan, tidak mendapat dukungan signifikan, sedangkan yang terpilih mewakili yakni dari Filipina dan Srilanka. (DPT)

Share

Advertorial