Skip to content Skip to navigation

Rainbow Warrior III : Media Kampanye Greenpeace di Laut

Greenpeace sebagai organisasi nirlaba internasional, yang bergerak dalam upaya perlindungan dan pelestarian alam serta lingkungan hidup, telah banyak melakukan upaya perjuangan dan perlawanan terhadap berbagai aksi pengrusakan alam, baik yang terjadi didarat maupun dilaut.

Dalam rangka mendukung upaya perjuangan dan perlawanannya, Greenpeace menggunakan sarana kapal cepat untuk berbagai aksinya dilaut, dan sekaligus sebagai media kampanye internasional program kerja mereka.

Kapal cepat yang berbasis tenaga angin dengan menggunakan 5 layar lebar tersebut dinamakan Rainbow Warrior, sebuah nama yang terinspirasi dari ramalan Indian kuno dikawasan Amerika Utara, yang menyatakan "bahwa disuatu masa manusia akan menghancurkan dunia karena ketamakannya dan kemudian akan lahir Satria-satria Pelangi atau Warriors of the Rainbow bangkit untuk menyelamatkannya".

Kesesuaian nama dengan ramalan Indian kuno tersebut tercermin juga dengan 'pelangi' nya awak kapal Rainbow Warrior. Awak kapal tersebut berasal dari berbagai bangsa dan negara didunia, seperti Selandia Baru, Rusia, Italia, dan lain sebagainya.

Kapal Rainbow Warrior yang beberapa hari lalu bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, adalah kapal generasi ketiga yang didisain khusus sebagai kapal ramah lingkungan (eco-friendly), dimana tidak ada bagain kapal yang menggunakan bahan kimia berbahaya, dan konsumsi bahan bakarnya pun relatif kecil dikarenakan sekitar 80% kapal digerakkan oleh tenaga angin.

Kapal Rainbow Warrior generasi pertama berlayar pada 1978, dan berakhir masa tugasnya setelah dibom oleh Pemerintah Perancis pada 1985, ketika melakukan aksi penolakan uji coba nuklir Perancis di Lautan Pasifik.

Kapal Rainbow Warrior generasi kedua diluncurkan pada 1989 untuk meneruskan perjuangan generasi pertama. Sesungguhnya kapal generasi kedua tersebut adalah sebuah kapal pukat ikan yang diubah oleh Greenpeace menjadi Rainbow Warrior.

Nasib Rainbow Warrior II ternyata tidak seburuk generasi yang pertama, kapal tersebut dipensiunkan pada 16 Agustus 2011 setelah berjuang bersama Greenpeace selama 22 tahun. Demi mendukung perjuangan aksi-aksinya, Greenpeace kembali 'menghidupkan' Rainbow Warrior pada 14 Oktober 2011, dan kapal generasi ketiga inilah yang kemarin sempat berlabuh di Jakarta.

Salah satu misi yang saat ini tengah dijalankan oleh Greenpeace dengan dukungan Rainbow Warrior III, adalah kampanye perlindungan alam laut Indonesia dari upaya pengrusakan bio-diversity yang dilakukan banyak pihak. (DPT)

Advertorial