
Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) melalui Rapat Kerja Nasional I ditahun 2019, yang berakhir kemarin (Rabu 24 Juli 2019), telah menghasilkan konsolidasi organisasi dan program. Rakernas yang dilaksanakan di Bandung sejak 22 Juli 2019, dengan pembukaan diadakan di AulaLt.5 Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), sekaligus juga menjadi momen pelantikan kepengurusan daerah PERWAMKI, yakni Dewan Pimpinan Daerah PERWAMKI DKI Jakarta, dan Dewan Pimpinan Daerah PERWAMKI Jawa Barat.
Pembukaan Rakernas difasilitasi oleh Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa, diawali dengan ibadah yang dilayani oleh pembawa firman Tuhan Pdt. Dr. Bersih Tarigan, M.Th Ketua Yayasan Petra Harapan Bangsa (yayasan yang menaungi Kampus ITHB). Pdt Bersih Tarigan menyampaikan renungannya berjudul "Panggilan untuk Menjadi Terang Bagi Bangsa" yang diangkat dari Matius 5 ayat 16.
Dalam pembukaan Rakernas, dilakukan juga pelantikan kepengurusan DPD DKI Jakarta yang diketuai oleh Boy Siahaan (lenterakristiani.com), dan DPD Jawa Barat yang diketuai Clief Rekian (Majalah Christianos) oleh Sekretaris Umum DPP PERWAMKI Agus Riyanto. Pembukaan Rakernas I PERWAMKI Tahun 2019, dihadiri oleh beberapa undangan, seperti perwakilan PGIW Jawa Barat, unsur aras gereja, unsur lembaga/organisasi keumatan wilayah Jawa Barat, dan sejumlah hamba Tuhan.
Peneguhan kepengurusan DPD PERWAMKI DKI Jakarta dan Jawa Barat, dilakukan oleh Sekretaris PGIW Jawa Barat Pdt. Paulus Wijono, dengan didukung penumpangan tangan pemberian berkat para hamba Tuhan yang hadir. Beberapa kata sambutan disampaikan oleh Pdt. Dr. Yoppie Ratu mewakili aras gereja, dan Pdt. Dr. Denny Kussoy mewakili lembaga/organisasi keumatan kristiani.
Selain agenda pelantikan kepengurusan daerah, pada pembukaan Rakernas, sedianya juga akan diadakan diskusi "Peran Wartawan Kristiani Dalam Gereja untuk Keutuhan NKRI", dengan pembicara Frans Ansanay Ketua Majelis Tinggi Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), namun oleh karena satu dan lain hal, Frans Ansanay tidak hadir, namun demikian materi paparan Frans Ansanay disampaikan secara tertulis dan dibagikan kepada peserta pembukaan Rakernas.
Frans Ansanay dalam materi tertulisnya, mengemukakan ada 8 fungsi dan peran jurnalis kristiani, yakni :
- Authenticator,yakni konsumen memerlukan wartawan yang bias memeriksa keautentikan suatu informasi.
- Sense maker yakni menerangkan apakah informasi itu masuk akal atau tidak.
- Investigator yakni wartawan harus terus mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan.
- Witness bearer yakni kejadian-kejadian tertentu harus diteliti dan dipantau kembali dan dapat bekerjasama dengan reporter warga.
- Empowerer yakni saling melakukan pemberdayaan antara wartawan dan warga untuk menghasilkan dialog yang terus-menerus pada keduanya.
- Smart aggregator yakni wartawan cerdas harus berbagi sumber berita yang bias diandalkan, laporan-laporan yang mencerahkan, bukan hanya karya wartawan itu sendiri.
- Forum organizer yakni organisasi berita, baik lama dan baru, dapat berfungsi sebagai alun-alun di mana warga bias memantau suara dari semua pihak, tak hanya kelompok mereka sendiri.
- Role model, yakni tak hanya bagaimana karya dan bagaimana cara wartawan menghasilkan karya tersebut, namun juga tingkah laku wartawan masuk dalam ranah public untuk dijadikan contoh.
Dari 8 point tersebut, lebih lanjut Frans menjelaskan bahwa gambaran ini juga yang dikehendaki Tuhan bagi setiap rekan-rekan jurnalis, agar profesional dalam bekerja, memiliki aturan dan etik profesional dalam pekerjaan, sehingga menjadi saksi bagi sesama melalui setiap berita yang disampaikan.
"Yang harus direnungkan secara pribadi, apakah Saya terlatih menjadi jurnalis dan Saya juga terlatih menjadi pengikut Kristen sejati? Apakah ini dua hal yang bertolak belakang? Atau dapatkah seorang jurnalis menjadi Kristen yang baik. Sebaliknya, dapatkah seorang Kristen sejati menjadi jurnalis yang baik?" demikian sebagian catatan kritis Frans Ansanay.
Pembahasan Rakernas PERWAMKI diadakan di Hotel Jayakarta Bandung, dengan dihadiri juga oleh Penasehat Jhon S.E Panggabean, SH. Penasehat PERWAMKI John Panggabean, yang juga seorang advokat senior, menyampaikan pengarahannya kepada DPP PERWAMKI, selain untuk memberikan semangat, juga sebagai bahan masukan bagi bahasan rapat kerja nasional. Jhon mengingatkan agar PERWAMKI dalam rakernas, membahas tentang konsolidasi organisasi dan kepengurusan, serta program kerja.
Pembahasan rapat kerja nasional diawali dengan penyampaian paparan Ketua Umum mengenai arah dan strategi kebijakan organisasi, Sekretaris Umum tentang garis-garis besar kebijakan program dan penataan organisasi, serta Bendahara Umum mengenai Kebijakan Umum Keuangan dan Perbendaharaan. Kemudian, para Ketua Bidang melakukan implementasi arahan pimpinan DPP PERWAMKI tersebut dalam pokok-pokok program kerja bidang.
Selain melakukan pembahasan tentang arah dan kebijakan, serta program kerja, Rakernas pun melakukan sinkronisasi perbaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sebagaimana rekomendasi Musyawarah Nasional ke-6 pada bulan Maret 2019 lalu.
Setelah selesai pembahasan rakernas di Hotel Jayakarta Bandung pada 23 Juli 2019, DPP PERWAMKI pada 24 Juli 2019 melakukan pembahasan sinkronisasi manajemen pelaksanaan program, dan pengesahan perbaikan AD-ART PERWAMKI, sekaligus melakukan penutupan Rakernas I PERWAMKI Tahun 2019, bertempat di Patuha Resort Ciwidey Bandung Selatan. Selesai melaksanakan Rakernas yang dimulai pada 22 Juli 2019, sebelum kembali ke Jakarta, DPP PERWAMKI melakukan refreshing dengan mengunjungi kawasan wisata Pinisi Resto diwilayah Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey Bandung Selatan, menikmati kesejukan dan keindahan alam pegunungan, serta wisata kuliner nusantara. (DPT)
