
Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru pada Kabinet Indonesia Maju, melakukan pendekatan bisnis dengan kalangan usaha Jepang. Bahlil Lahadalia tengah bekerja keras mengembalikan kepercayaan Jepang meningkatkan investasinya di Indonesia, demikian disampaikan Rizal Calvary Marimbo, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi, sebagaimana disampaikan kepada Gerejani Dot Com melalui whatsapp, Jumat 15 November 2019.
Dalam pesan WA yang disampaikan Rizal, sebagaimana diberitakan investor.id, Rizal telah melakukan pertemuan dengan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (Japinda) Norio Yamazaki. “Saya tadi banyak mendengar saja keluhan pengusaha Jepang. Memang ada luka batin mendalam. Ada kekecewaan. Sebab terlanjur cinta Indonesia,” ujar Rizal.
Lebih lanjut Rizal mengatakan, Kepala BKPM sudah menangkap kekecewaan Jepang, dan menindaklanjuti hal tersebut, dikatakan Rizal. Kepala BKPM Bahlil sudah mengundang bertemu Duta Besar Jepang untuk Indonesia, pada Senin (11 November 2019) lalu, di Kantor Pusat BKPM di Jakarta.
Langkah serius BKPM dalam menjalin hubungan baik kembali dengan Jepang, dilanjutkan dengan kunjungan Rizal ke Jepang, untuk bertemu sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha. Rizal mengemukakan, Kepala BKPM serius mengembalikan kepercayaan Jepang di Tanah Air. “Pesan Kepala BKPM, bahwa Indonesia sangat serius mengembalikan kepercayaan Jepang. Itu yang kami sampaikan tadi ke perwakilan para pengusaha di sini,” ujar Rizal.
Kalangan investor Jepang, berharap agar Kepala BKPM Bahlil, segera berkunjung ke Jepang, untuk melakukan pertemuan guna mempercepat pulihnya kepercayaan investor Jepang berinvestasi di Indonesia. “Para investor ingin sekali mendengarkan langsung terobosan-terobosan Kepala BKPM baru. Mereka melihat ada harapan baru sebab kebijakan Kepala BKPM yang paling ditunggu adalah memperbaiki iklim investasi domestik. Kembali ke Indonesia, salah satu aspirasi investor ini akan saya sampaikan nanti ke beliau,” jelas Rizal, yang sebelumnya merupakan staf khusus Bahlil di BPP HIPMI.
Langkah lain yang dilakukan pemerintah, ujar Rizal menambahkan, pemerintah juga akan mempercepat beberapa proyek investasi atau pinjaman secara B to B di kedua negara. “Ada ratusan juta US$ yang Jepang siapkan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat bila kita cukup cepat menindaklanjuti. Ini cuma komitmen awal. Untuk Indonesia, Jepang siap masuk berinvestasi lebih besar lagi baik untuk skala korporasi maupun SME (small medium entreprise),” terang Rizal.
Permintaan Kepala BKPM ini guna menindaklanjuti hasil pembicaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Bangkok, Thailand belum lama ini.
Pada pertemuan disela-sela KTT ASEAN tersebut, kedua pemimpin membahas peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. Jepang merupakan investor nomor dua terbesar di Indonesia setelah Singapura. “Akumulasi investasi Jepang di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sebesar US$ 31 miliar. Kontribusi perusahaan Jepang atas ekspor di Indonesia meningkat dari 18,1% menjadi 24,4% atas nilai ekspor Indonesia. Jadi, Kepala BKPM melihat masih terbuka ruang yang luas bagi Jepang mendatangkan investasi berbasis ekspor ke Indonesia,” jelas Rizal.
Realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) asal Jepang dalam kurun waktu Januari-September 2019, sebagian besar ada pada bidang ketenagalistrikan dan gas (58,1 %), kemudian otomotif dan transportasi sebesar 13,7%, perumahan dan kawasan industri serta perkantoran 12,6%, industri karet dan plastik 2,5%, dan lain-lainnya sebesar 10,1%.
“Sebab kecewa mereka sedikit mengerem. Kita kerja keras untuk yakinkan Jepang” respon Rizal menjelaskan alasan Jepang tidak lagi menempatkan Indonesia pada peringkat utama investasi, karena Jepang telah mengalihkannya ke Amerika Serikat, India, dan Tiongkok, bahkan sedikit lagi Indonesia bisa digeser Vietnam dan Thailand” pungkas Rizal. (DPT)
