
Berawal dari kedatangan Tim Misi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir ke Indonesia, yang terdiri dari Elder Ezra Taft Benson dari Dewan Dua Belas, Elder Bruce R. Mc.Conkie dari Tujuh Puluh, istri mereka masing-masing turut serta, Presiden dan Sister W. Brent Hardy dari Misi Timur Jauh dan Hongkong-Taiwan, Presiden dan Sister G. Carlos Smith Jr dari Misi Asia Tenggara, Brother Marvin Harding (Departemen Pekerjaan Umum Gereja), Brother Wilfort Kirton (Departemen Hukum Gereja), dan Brother Peter Grim, pada Jumat 24 Oktober 1969. Kedatangan tim misi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir tersebut, nantinya menjadi awal dimulainya pelayanan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia.
Tim Misi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir ke Indonesia, pada Sabtu 25 Oktober 1969, melakukan audiensi dengan sejumlah pejabat pemerintah Indonesia, kemudian pada Minggu 26 Oktober 1969, Tim Misi tersebut melakukan pertemuan dikawasan Puncak yang kini dikenal sebagai Mega Mendung, disanalah dicanangkan bahwa Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir akan melayani di Indonesia.
Cukilan sejarah keberadaan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia tersebut, dikutip dari Buku “Bangkit dan Bersinar Menandai 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”, yang secara khusus diterbitkan memperingati 50 tahun keberadaan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, dan kemarin Sabtu 26 Oktober 2019, buku tersebut secara resmi dipublikasikan oleh perwakilan Gereja Yesus Kristus dari OSZA, yakni Elder David F. Evans Presiden Area Asia, Elder Subiantoro Area Asia 70, dan Sugiyanto penyusun Buku 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari OSZA, peluncuran buku dilakukan bersama media-media kristiani, di Balai Sarbini Plaza Semanggi Jakarta Selatan. Turut menyaksikan peluncuran buku, Erwin Dumolang, Direktur Urusan Kemasyarakatan Agus Kusumarmanto, dan beberapa aktivis gereja Gereja Yesus Kristus dari OSZA. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), Stevano Margianto, mendapat kesempatan menerima buku dari Elder David F. Evans Presiden Area Asia, sebagai simbol peluncuran buku tersebut.
Buku “Bangkit dan Bersinar Menandai 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”, dijelaskan oleh Sugiyanto sebagai penyusun, bahwa ini adalah semi antologi, yaitu gabungan antara kumpulan mengenai pesan penting dan berita kegiatan di lapangan dalam rangka merealisasikan program kerja, atau konkretnya adalah Injil dalam Tindakan.
Sugiyanto mengemukakan bahwa menyusun buku tersebut, dirinya membutuhkan waktu hampir 10 bulan. “Saya ditugaskan mulai Januari 2019. Kemudian mulai menyusun dan mengumpulkan data, sejarah GYK, foto-foto kegiatan dan sebagainya".
Buku ini mengandung pesan-pesan berharga dari para pemimpin yang maknanya tidak lekang oleh waktu. Selain merupakan hasil penelusuran sumber-sumber internal, juga diperkaya dengan referensi dari buku, majalah, dan sumber daya lain yang dipilih. Dengan menelaah buku ini para pembaca diharapkan menjadi lebih bijak dalam menyikapi keberadaan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, yang bukan sebuah ancaman, alih-alih sebagai mitra dalam pembangunan kerohanian, keinsyafan, kesalehan dan peradaban unggul umat manusia.
Elder Djarot Subiantoro, dari Dewan Area 70 Indonesia, menjelaskan Tema HUT Ke-50 Gereja Yesus Kristus dari OSZA adalah “Bangkit dan Bersinar”.
Elder Djarot melanjutkan, sebagai pengikut Kristus, Jemaat Gereja Yesus Kristus dari OSZA senantiasa berusaha mengamalkan dua perintah utama yang tercantum dalam Matius 22:36-39, yakni untuk mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia, dan Yohanes 14:15 yaitu bila mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya.
“Hal ini selaras dan konsisten dengan doa dedikasi di Tanah Indonesia 50 tahun yang lalu, dengan visi, pelayanan dan kehidupan kami selagi berusaha menjadi orang-orang suci di zaman akhir,” ujar dia.
“Dan diharapkan dapat bangkit dan bersinar sebagai sebuah keluarga dan komunitas, dijadikan makmur, diberkati sehingga menjadi produktif. Pekerjaan tersebut akan lah tidak mudah, namun akan berhasil karena ini adalah pekerjaan Allah,” jelas Djarot.
Djarot menjelaskan juga bahwa momentum peringatan 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia, menjadi refleksi tersendiri bagi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia. “Apakah dalam 50 tahun ini, kami telah cukup berbuat sesuai dengan Azas tersebut (mengasihi Allah, dan mengasihi sesama), atau ada hal-hal yang perlu kita tingkatkan” ujar Djarot.
Sementara itu, Presiden Area Asia GYK OSZA, Elder David F. Evans, yang khusus datang dalam rangka perayaan HUT ke-50 Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, saat konferensi pers, mengemukakan bahwa dimanapun Gereja Yesus Kristus dari OSZA berada, akan selalu berusaha menghormati norma dan hukum yang ada di Negara tersebut. Lanjut Evan, GYK ingin berbagi dan memberkati suatu bangsa dimanapun berada. Saat memperkenalkan keberadaan dan pengajaran gereja, kami (GYK OSZA) tidak pernah memaksakan untuk ikut, semua diserahkan kepada orang per orang sambil melakukan perbuatan kasih seperti 2 perintah Injil (Matius 22:36-39)”.
Peluncuran buku 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, disambut baik oleh berbagai tokoh bangsa, diantaranya Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, Utusan Khusus Presiden RI untuk Kawasan Timur Tengah Dr. Alwi Shihab (juga pernah menjabat beberapa kali sebagai menteri), dan Sekretaris Umum MPH Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt. Gomar Gultom, M.Th.
Dalam sambutan tertulisnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA, mengapresiasi atas terbitnya buku peringatan “50-Tahun Gereja Yesus Kristus Dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”.
“Buku ini merupakan hasil dari proses menata ulang naskah yang sudah ada. Diharapkan kedepannya, Gereja Yesus Kristus akan menulis lebih banyak lagi peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan Gereja,” ujar Kiai Said.
Lebih lanjut Kiai Said mengemukakan bahwa “PB NU mengenal baik Gereja dan secara pribadi mengapresiasi kerjasama yang telah dibangun diantara kedua pihak. Ajaran pokok Gereja Yesus Kristus tentang pentingnya kekuatan keluarga seperti dikatakan dalam salah satu bagian buku ini bukan hanya tercermin dalam kehidupan sehari-hari jemaatnya di Indonesia, tetapi juga mengalir dalam misi kemanusiaan Gereja melalui sayap organisasi LDS Charities dimana PB NU juga bekerja sama dalam beberapa kesempatan di waktu lalu hingga saat ini”.
Sementara Cendekiawan Muslim, Dr Alwi Shihab, mengutarakan lima puluh tahun perjalanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman terawat dengan baik di Indonesia.
“Telah lima puluh tahun, Gereja Yesus Kristus Dari OSZA tumbuh dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kemanusiaan, bergotong royong dan bahu membahu dengan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya kepedulian terhadap penanganan kebencanaan alam,” ujar dia.
Alwi, saat berbicara dalam puncak perayaan HUT 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari OSZA, mengemukakan bahwa ketika dirinya menjabat Menko Kesra, saat itu Indonesia menghadapi bencana alam Tsunami di Aceh, pemerintah membutuhkan banyak kantung mayat (body bag) untuk menangani korban Tsunami, dirinya teringat relasi baik yang terjalin dengan pimpnan Gereja LDS di Amerika Serikat (demikian Alwi menyebut Gereja Yesus Kristus dari OSZA), dirinya menghubungi pimpinan Gereja LDS untuk membantu, dan pimpinan Gereja LDS tersebut merespon cepat bantuan yang dimintakan.
Tidak hanya itu kisah kedekatan Gereja Yesus Kristus dari OSZA dengan Nahdlatul Ulama, hubungan baik juga terjalin dengan Abdurrahman Wahid, bahkan hingga Gus Dur menjadi Presiden pun, relasi tetap terjalin baik.
Alwi mencontohkan LDS Charities yang dimiliki oleh Gereja Yesus Kristus dari OSZA, telah 50 tahun di Indonesia, menempatkan keluarga sebagai unit utama kehidupan dalam rangka mencapai kedamaian peradaban yang lebih luas.
Alwi Shihab menyebut dirinya sebagai “Sahabat Gereja” dari Gereja Yesus Kristus dari OSZA, selain mengapresiasi keberadaan dan pelayanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA, juga mengagumi nilai-nilai ajaran Gereja Yesus Kristus dari OSZA, diantaranya seperti nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai keluarga, nilai-nilai tersebut telah membuat hubungan makin erat antara Gereja Yesus Kristus dari OSZA dengan Nadhlatul Ulama.
Alwi yang juga pernah beberapa kali menjadi Menteri, mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya sekedar mengagumi nilai-nilai ajaran Gereja Yesus Kristus dari OSZA, tetapi dia juga mengirimkan anaknya ke pusat Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Salt Lake, dua tahun belajar nilai-nilai ajaran tersebut.
Apresiasi dan ucapan selamat HUT 50 Tahun, dan juga sambutan tertulis peluncuran buku, disampaikan juga mewakili Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, MTh.
“Saya mengapresiasi pelayanan Gereja OSZA di Indonesia yang selalu tanggap dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Hal ini memperlihatkan komitmen Gereja OSZA dalam aksi-aksi kemanusiaan, sebagai wujud pewartaan kabar baik di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah krisis yang dihadapinya,” jelas Gomar.
“Saya juga mengapresiasi kesediaan Gereja OSZA untuk bersinergi bersama gereja-gereja di sekitarnya dalam setiap kegiatan meresponi bencana tersebut,” tambah Gomar.
“Penampilan Opera Budaya Nusantara juga bisa dimaknai sebagai bentuk penghargaan atas keberagaman Indonesia yang majemuk, yang harus dirawat dan dipelihara, sebagai karunia Tuhan bagi bangsa kita. Ini momentum yang tepat bagi kita di tengah kecenderungan masyarakat yang ingin memaksakan penyeragaman budaya hidup. Melalui perayaan ini saya justru hendak mengajak kita merayakan kekayaan budaya tersebut seraya merajutnya menuju pemulihan dan kebangkitan Indonesia,” urai dia.
Hal ini, lanjut Gomar, seharusnya menjadi komitmen umat Tuhan di seluruh penjuru tanah air untuk bersatu dalam perbedaan, menghadirkan Indonesia yang satu, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun dan kiranya Tuhan senantiasa menyertai perjalanan pelayanan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia pada masa-masa mendatang demi kemuliaan nama Tuhan,” pungkas Gomar.

Peluncuran buku 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, mengawali rangkaian acara perayaan 50 Tahun Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, yang puncak acaranya adalah pergelaran Malam Budaya Nusantara. Suguhan apik pementasan opera drama musikal, dengan tata busana, tata cahaya, penataan panggung, serta gerak tari dan lagu yang ditampilkan layaknya pertunjukan profesional. Poliman dari Bagian Urusan Masyarakat, menjelaskan bahwa opera dimainkan oleh jemaat Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia, dari Pasak Wilayah Jawa Barat (anak-anak pratama, remaja, dewasa lajang, termasuk para orangtua). Opera diiringi tim musik orkestrasi yang memainkan lagu-lagu daerah, lagu-lagu nasional, juga beberapa lagu pop terkenal. Kegiatan puncak perayaan yang diketuai oleh Sujud Ariono, dihadiri oleh sekitar 1000 orang lebih, juga terlihat cukup banyak komunitas lintas agama hadir, sejumlah tokoh seperti Sinta Nuriyah Wahid (istri almarhum Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ‘Gus Dur’), Alwi Shihab, Muchamad Nabil Haroen Ketua Umum Pagar Nusa, Baktinendra Prawiro Ketua Umum DPP PIKI, dan jajaran pengurus DPP PERWAMKI. (DPT)
