Skip to content Skip to navigation

Leo Nababan : Paskah harus bermakna kebersamaan dan membantu

Paskah tahun 2010 hanya tinggal beberapa saat lagi, kini umat kristen diseluruh dunia tengah mempersiapkan diri merayakan Hari Raya Paskah. Perayaan tersebut tidak terkecuali di Indonesia.


Leo Nababan sebagai seorang kristen yang kini bekeja sebagai Staf Khusus Menko Kesra RI H.R Agung Laksono, kepada Tim Gerejani di ruang kerjanya sehari-hari siang tadi, mengatakan bahwa bagi dirinya paskah adalah bermakna kebersamaan.


"Dalam menyambut Hari Raya Paskah, sebaiknya kita umat manusia, khususnya pengikut Kristus (umat kristiani) memelihara kebersamaan, baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan dan kehidupan bermasyarakat yang diisi dengan perbuatan langsung, seperti membantu rakyat miskin/marjinal" demikian penjelasan makna Paskah menurut Leo yang adalah jemaat HKBP Jalan Jambu Menteng Jakarta Pusat.


Lebih lanjut bagi pria yang merupakan anak angkat dari Prof J.H Hutasoit mantan Menteri Muda urusan Peternakan pada jaman Presiden Soeharto, Paskah mempunyai nilai lebih besar dari Natal. "Paskah adalah puncak pengorbanan Tuhan Yesus Kristus pada seluruh umat manusia dan dunia. Jadi kita tidak boleh terjebak dengan seremonial saja untuk memaknai arti paskah yang sesungguhnya" demikian ungkap seorang mantan aktivis kepemudaan yang juga salah seorang pengurus Masjid didaerah tempat tinggalnya. (BTP)

Advertorial