Skip to content Skip to navigation

Leo Nababan : Gereja harus menjadi jawaban

Mantan aktivis kepemudaan yang adalah jemaat HKBP Jalan Jambu Menteng Jakarta Pusat, Leo Nababan kepada Tim Gerejani diruang kerjanya sehari-hari sebagai Staf Khusus Menko Kesra RI H.R Agung Laksono, mengutarakan bahwa gereja baik majelis pengurus maupun sinodal, semestinya harus dapat menjadi jawaban dan solusi bagi jemaatnya.


"Gereja jangan lagi semata-mata hanya menjadi 'menara gading', yang seringkali menjadi penyebab dari penolakan banyak elemen masyarakat terhadap kehadiran gereja diwilayah mereka. Adanya tindakan anarkis pada gedung gereja adalah 'puncak gunung es' kehidupan dalam masyarakat dan lingkungan sekitar, yang tidak  merasakan nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat kita yang majemuk, dengan menjalin silaturahmi langsung pada semua orang yang terdekat dengan lingkungan gereja." demikian gambaran kehidupan antar umat beragama dalam pandangan seorang Leo yang juga pengurus Masjid di tempat tinggalnya. Pengurus gereja/majelis jemaat sebaiknya dapat menggiatkan program eksternal dengan fokus lingkungan sekitar gereja.


Meski mengaku tidak terlalu aktif dalam lingkup kegerejaan, Leo pernah menyatakan suatu pendapat yang berbeda dalam pertemuan di satu gereja di Jakarta. Leo menyatakan bahwa dirinya setuju pembakaran terhadap gereja, hal ini didasarkan pada nats Alkitab yang menyatakan bahwa sebagai ranting pohon bila tidak berbuah, akan dipotong dan dibakar. Bagi Leo, bila terjadi pembakaran gereja, berarti masyarakat sekitar tidak merasakan artinya kehadiran gereja, dan untuk itu gereja harus berubah, jangan membangun menara gading ditengah masyarakat. (BTP)

Advertorial