Skip to content Skip to navigation

Sekilas mengenai Universitas Krisnadwipayana

Universitas Krisnadwipayana (Unkris) sebagai sebuah kampus yang sudah cukup dewasa, tahun ini telah berusia 58 tahun. Unkris didirikan pada 1 April 1952, sebagai kelanjutan dari upaya rintisan yang dilakukan oleh Bapak D. Usman Iman pada Februari 1952, ketika itu masih bernama Konsulat Balai Perguruan Krisnadwipayana. Pada perkembangannya, Balai Perguruan tersebut membentuk dua fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi berpusat di Bandung, dengan jumlah mahasiswa ketika itu sekitar 1200 orang.


Balai Perguruan Krisnadwipayana dengan berbagai konsulat/perwakilan didaerah, mengalami perkembangan menjadi Akademi Hukum dan Sosial Krisnadwipayana berpusat di Jakarta. Akademi tersebut didirikan pada 1 April 1952 dibawah kepemimpinan Dr. R. Sadikun. Akademi kemudian membentuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Nama akademi berubah menjadi Universiteit, kemudian berdasarkan ketentuan pemerintah menjadi Universitas Krisnadwipayana. Pada tahun 1957 Unkris mendirikan Fakultas Ilmu Tata Praja (kemudian berganti menjadi Fakultas Ilmu Administrasi di tahun 1985), dan Fakultas Teknik pada tahun 1963.


Perjalanan panjang Unkris dengan segala dinamikanya, kini telah memancarkan terang bagi Indonesia, setidaknya melalui kiprah beberapa contoh alumni mereka, seperti Prof. Gayus Lumbuun, SH (Ketua BK DPR RI), Dr. Harifin A. Tumpa, SH, MH (Ketua MA), DJoko Sarwoko, SH, MH (Ketua Muda Bidang Pengawasan MA), Dr. Moch. Iman Santoso, SH, MA, MH (Deputi Bidang Hukum Seskab RI), Menteri Koperasi dan UKM Dr. Syarif Hasan, SE, MM, MBA, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE, MM, dan mungkin masih banyak lagi.


Semoga saja dengan Wisuda S1 dan S2 yang dilakukan di Jakarta Convention Center pada 8 April 2010, bertepatan dengan Dies Natalis ke-58, Unkris mampu melahirkan Gayus Lumbuun-Gayus Lumbuun baru sebagai pendekar hukum dan keadilan, dan bukan Gayus Tambunan-Gayus Tambunan baru yang merusak hukum dan keadilan. (DPT)

Advertorial