Skip to content Skip to navigation

Dr. Lodewijk Goeltom : Pemerintah kurang serius melakukan reformasi hukum

Maraknya berbagai pemberitaan mengenai makelar kasus (markus), dan pengungkapan keterlibatan aparat/petugas penegak hukum dalam mafia kasus, mafia hukum, mafia perpajakan, dan berbagai aktifitas mafia lainnya, telah menjadi suatu keprihatinan banyak pihak, tidak terkecuali bagi seorang Dr. Lodewijk Goeltom, SH, MH.


Dr. Lodewijk Goeltom, SH, MH sebagai seorang praktisi hukum, pengajar hukum, dan sekaligus pakar hukum (khususnya tatanegara), sangat prihatin atas masalah markus, markum, marjak, dan mar-mar lainnya.


Menurut pria yang pernah menjadi Ketua GMKI Jakarta di akhir tahun 1970-an, maraknya makelar kasus yang melibatkan aparat penegak hukum akhir-akhir ini, dikarenakan pemerintah kurang serius dalam melakukan reformasi hukum dan peradilan, artinya ada hal  mendasar yang harus dilakukan segera, yaitu dengan membenahi sumber daya manusia (SDM) dan institusi/lembaga.


Lebih lanjut pria yang sehari-harinya adalah Rektor Universitas Krisnadwipayana, menjelaskan kepada Tim Gerejani di ruang kerjanya, "Sebaiknya ada penguatan aparatus hukum dengan men-screening, meng-upgrade, mere-evaluasi kinerja, memberi kelayakan berupa jaminan gaji dan fasilitas, memberikan pendidikan kompetensi kerja, dan pengawasan yang intensif. Sedangkan pembenahan institusi/lembaga, sebaiknya pemerintah mendorong dan mengoptimalkan peran, fungsi dan koordinasi, serta fokus pada potensi dan orientasi institusi. Bila sudah efektif berjalan pembenahan kedua hal tersebut, akan mengurangi dan memperkecil ruang markus."


"Pemerintah jangan hanya berkesan mengalihkan perhatian dalam membenahi dan menegakkan hukum dan peradilan, belum lagi harus menambah lembaga yang bersifat ad-hoc karena institusi dan lembaga yang ada, sebenarnya telah cukup, tinggal menempatkan orang yang mempunyai kompetensi, kapasitas dan akuntabel" demikian lanjutan penjelasan pria yang berjemaat di GKI Palsigunung Depok Jawa Barat.


"Kini yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan kasus hukum skandal Bank Century, karena DPR telah berupaya mengungkap dan mendorong terbongkarnya skandal kasus tersebut, kenapa kasus Bank Century? Kita akan melihat seperti apa political will pemerintah dalam perspektif penegakan hukum dan peradilan" kritik Dr. Lodewijk Goeltom terhadap ketidakjelasan penanganan terhadap kasus Bank Century. (BTP)

Advertorial