Skip to content Skip to navigation

SMS bernuansa kampanye hitam, 'Cobaan' bagi Sukses Anas Calon Ketum PD

Eskalasi persaingan menuju PD-1 antara Anas Urbaningrum dan kandidat lainnya, kini tengah mendapat cobaan yang kritis, mengingat belum lama ini, Calon Ketua Umum Anas Urbaningrum mendapati beredarnya SMS yang berisikan pesan yang cenderung membenturkan dirinya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, notabene Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Masalah SMS tersebut telah banyak dibahas berbagai media online/internet, dan berdasarkan penelusuran berbagai pemberitaan media tersebut, sepertinya awal mula inti pesan SMS negatif tentang Anas, berasal dari pernyataan seorang Pakar Politik Senior UI Prof. Dr. Maswadi Rauf, yang menyatakan bahwa orasi deklarasi Anas pada hari Kamis 15 April 2010, bersifat ideal dan dapat menimbulkan resistensi basis PD, karena Anas hendak memutus peran SBY dalam PD.


Berdasarkan apa yang Tim Gerejani secara langsung dengarkan saat orasi tersebut disampaikan, justru sebaliknya. Tidak hanya orasi Anas, tetapi juga pidato pengantar yang disampaikan Waketum DPP PD Prof. Dr. H. Ahmad Mubarokh, menekankan bahwa Anas dan seluruh Tim Sukses hendak menerapkan dan mengawal ajaran politik Ketua Dewan Pembina PD Soesilo Bambang Yudhoyono, yakni ajaran politik putih atau politik halus. Anas dengan segenap jajaran Tim Sukses menghendaki agar ajaran politik tersebut dapat menjadi pemberlakuan dalam kepolitik Indonesia, agar tidak ada lagi politik kekerasan, politik hitam, politik adu kekuatan, justru yang diharapkan kelak, hadirnya politik santun, saling menghargai, tidak saling menyerang dan mengedepankan nilai demokrasi.


Sebenarnya yang perlu mendapat perhatian secara kritis adalah apa yang dilakukan salah seorang pendukung Calon Ketua Umum PD yang lain, ketika melakukan pertemuan dengan basis PD di suatu daerah di Jawa, yang bersangkutan sesungguhnya telah melakukan suatu 'hard politics' meski masih pada taraf halus karena mengkaitkan diri dengan eksistensi Presiden SBY, jelas ini justru yang tidak sesuai dengan karakteristik dan performa SBY, sebagaimana dikatakan Waketum Prof. Dr. H. Ahmad Mubarokh, bahwa Presiden SBY menerapkan ajaran politik halus (soft politics), mengingat praktek politik keras (hard politics) telah menyebabkan kehancuran banyak pemimpin Indonesia.


Harapan kami, semoga peredaran SMS bernuansa kampanye hitam tentang Anas Urbaningrum sebagai Calon Ketum Partai Demokrat, merupakan 'Cobaan' yang akan menaikkan kualitas seorang Anas.


Tulisan ini bukan suatu pembelaan yang dipesan oleh Anas secara pribadi, ataupun Tim Sukses, tapi semata menyampaikan fakta, demi hadirnya keharmonisan hubungan. Semoga politik kampanye hitam tidak mendapat tempat dalam nurani para pemegang hak pilih Kongres PD di Bandung Mei mendatang. (DPT)

Advertorial