
Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr.Thomas Pentury, M.Si mengemukakan bahwa Sekolah Tinggi Teologia harus jelas arah tujuan, mau kemana, STT sebagai pendidikan tinggi harus sesuai dengan standar yang diberlakukan negara, dalam konteks Indonesia, berlaku sistem pendidikan nasional, dan juga sistem pendidikan tinggi.
Lebih lanjut mantan Rektor Universitas Pattimura Ambon ini, mengingatkan bahwa pendidikan tinggi harus menciptakan pembentukan watak dan karakter, juga menjadi tranformer yang mendorong perubahan-perubahan.
Prof Tommy, demikian sapaan akrab pria yang juga Senior GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) cabang Ambon, meminta para mahasiswa pendidikan tinggi teologia, calon-calon pelayan Tuhan, dan juga para gembala jemaat, agar dalam melakukan pemahaman firman Tuhan, tidak sekedar menggunakan pendekatan tekstual, tetapi juga kontekstualnya harus dipahami.
Prof Tommy menyinggung tentang banyaknya sekolah tinggi teologia kristen di Indonesia, saat ini sudah sebanyak 380 sekolah/ perguruan tinggi. Diingatkan Prof Tommy, bahwa masih banyak sekolah teologia kristen yang belum terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Prof Tommy hadir sebagai pembicara kunci yang sekaligus membuka resmi, National Conference STT Ekumene kemarin Kamis 28 Februari 2019, bertempat di Function Hall Kampus STT Ekumene MAG lt.3 Jl. Artha Gading Jakarta Utara.
Konferensi nasional yang untuk kali pertama diadakan STT Ekumene, berlangsung 2 hari hingga hari ini Jumat 1 Maret 2019, diadakan juga dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru STT Ekumene.
STT Ekumene yang sebelumnya dalam naungan Yayasan Jalan Kebenaran, kini telah resmi bernaung dalam Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Rehobot. Ketua Sinode GSKI Rehobot, Pdt. Dr. Erastus Sabdono, mendapat kepercayaan sekaligus juga sebagai Ketua STT Ekumene.
Selain dihadiri Dirjen Bimas Kristen, konferensi nasional STT Ekumene juga dihadiri ratusan hamba-hamba Tuhan dari berbagai STT, dan daerah-daerah, termasuk juga mereka yang merupakan alumni STT Ekumene, seperti Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Dr. Yan Kristianus Kadang, SE., MM, yang juga Ketua Ikatan Alumni STT Ekumene. (DPT)
