
Rapat Kerja antara Komisi III DPR RI dengan Kepolisian RI, pada hari Senin 26 April 2010 di Gedung Nusantara 2 DPR RI Jakarta sejak pagi hari hingga malam hari, ramai menyita banyak perhatian tidak hanya masyarakat yang menyaksikan melalui tayangan televisi, tetapi juga mereka yang hadir langsung di Gedung DPR RI.
Raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman (F. Partai Demokrat), berlangsung hingga malam hari, ini menandakan banyaknya persoalan yang harus dikoordinasikan dan disinkronkan kepada Polri, seperti sebagaimana yang disampaikan oleh Marthin Hutabarat politisi senior dari F. Partai Gerindra.
Pada sesi pendalaman paparan laporan dari Kapolri Bambang Hendarso Danuri, pria berdarah batak ini menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus pemerkosaan terhadap anak-anak dibawah umur di Denpasar Bali. " Kami mohon kepada Bapak Kapolri, agar memperhatikan penanganan kasus pemerkosaan anak-anak kecil usia belasan di Denpasar Bali. Mereka anak-anak kita, Pak, mereka masa depan kita, apalagi terjadinya di Denpasar Bali kawasan wisata internasional, agar segera ditangkap pelakunya".
Cermatan pria berkacamata yang juga senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), tidak hanya persoalan masa depan anak-anak, tetapi juga masa depan sepakbola Indonesia. "Kondisi sepakbola kita saat ini, Pak Kapolri, seperti kita tahu bersama sedang terpuruk, salah satu faktornya, disinyalir karena adanya mafia bola, yang mengatur skor pertandingan, dan ini telah menjadi perjudian. Ini meresahkan, dan harus dibasmi, agar sepakbola yang adalah olahraga rakyat kita, dapat maju".
Meski raker dengan Polri penuh dengan berbagai persoalan serius dan strategis, ternyata seorang Marthin Hutabarat dengan pengalaman berpolitiknya, mampu mengeluarkan sebuah pernyataan yang (mungkin) tidak diduga oleh Kapolri, sehingga nampak Kapolri tersipu mendengarnya, " Pak Kapolri, tentang kasus Gayus Tambunan, kenapa hanya rekening dia saja yang menjadi perhatian, apa tidak coba memeriksa rumahnya Gayus, siapa tahu dia taruh uang milyaran rupiah tersebut sebagaian di rumahnya tersebut" pernyataan tersebut tidak hanya membuat Kapolri tersipu mendengarnya, tetapi juga hadirin yang mengikuti raker, banyak yang tertawa terbahak-bahak, bahkan ada yang berkomentar membenarkan pendapat Marthin tersebut. (DPT)