Skip to content Skip to navigation

Analisis Kongres Partai Demokrat 2010, era baru pemimpin muda Indonesia

Kongres Partai Demokrat di Bandung bulan Mei mendatang, meski masih menyisakan waktu beberapa minggu ke depan, banyak pihak yakin akan munculnya calon 'kuda hitam' sebagai calon ketua umum, mengingat rivalitas diantara dua orang calon ketua umum yang ada saat ini, Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum, semakin meningkat eskalasi persaingan diantara keduanya.


Mencermati perjalanan penggalangan dukungan antar dua calon ketua umum Andi dan Anas, nampak keduanya memiliki cara dan strategi yang menarik. Namun sebagaimana biasanya pemilihan pemimpin partai politik, pemimpin terpilih biasanya selain dikenal luas oleh basis kader, mempunyai kecukupan intelektual, memiliki kemampuan manajerial, memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, memiliki potensi dukungan logistik yang kuat, memiliki tim yang solid, mampu membangun komunikasi massa, dan memiliki rekam jejak di internal partai yang solid, juga sesungguhnya mendapat dukungan moral dari tokoh kunci/utama partai.


Kongres Partai Demokrat tahun 2010 ini, selain memilih bakal Ketua Umum yang baru, sesungguhnya telah memunculkan suatu harapan bagi rakyat Indonesia, bahwa melalui kompetisi calon Ketua Umum Partai Demokrat tahun 2010, SBY selaku tokoh kunci/utama PD, telah mendorong kelahiran pemimpin muda Indonesia.


Sebut saja seorang Andi Mallarangeng yang saat ini berusia 47 tahun (14 Maret 1963), bergelar akademik Doktor Ilmu Politik, merupakan keturunan dari keluarga pemimpin muda (Ayahnya pernah menjadi Walikota Pare-pare pada usia 32 tahun).


Pengalaman berbangsa, bermasyarakat dan bernegara pria berkumis rapih ini, tidak dapat dikatakan kecil. Lihat saja rekam jejaknya, ketika mahasiswa Andi aktif di HMI dan Senat Mahasiswa, dia pernah menjadi dosen, anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin Ryass Rasyid ketika merumuskan paket UU Politik dan UU Pemerintahan Daerah. Andi pernah menjadi anggota KPU pada pelaksanaan pemilu demokratis pertama era reformasi tahun 1999 mewakili Pemerintah. Lepas dari KPU tahun 1999, dia menjadi Staf Ahli Menneg Otonomi Daerah. Andi bersama dengan Ryass Rasyid mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan dengan posisi Sekretaris Jenderal. Belakangan dia dikenal sebagai komentator politik, jurubicara Presiden SBY (2004-2009), dan kini Mennegpora sekaligus Ketua DPP Partai Demokrat.


Sementara calon kandidat lainnya, Anas Urbaningrum, tidak kalah menariknya rekam jejak yang dimilikinya. Pria berkacamata kelahiran 15 Juli 1969 (usia 41 tahun), berlatarbelakang pendidikan S1 FISIP Unair, S2 FISIP UI, dan saat ini tengah menempuh program Doktor Ilmu Politik di UGM.


Anas kerap menjadi juara sekolah sejak SD hingga menjadi mahasiswa teladan, dan dia aktif berorganisasi sejak sekolah, yakni menjadi pengurus OSIS hingga saat mahasiswa menjadi aktivis HMI, bahkan hingga menjadi Ketua Umum PB HMI (1997-1999).


Pengalaman berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara seorang Anas pun layak dipertimbangkan. Perhatikan rekam jejaknya, dia pernah mendirikan dan menjadi pemimpin lembaga KATALIS, pernah menjadi anggota Tim Persiapan Pembentukan KPU sekaligus Tim verifikasi parpol peserta pemilu 2009, dia juga pernah menjadi anggota KPU saat pemilu 2004. Selain itu, Anas dipercaya oleh Depdagri menjadi anggota Tim revisi paket UU Politik. Eksistensi kepolitikan Anas semakin tajam ketika dipercaya sebagai Ketua DPP Bidang Politik Partai Demokrat, dan kini menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI.


Meski kedua calon kandidat Ketua Umum Partai Demokrat, secara rekam jejak nyaris berimbang, sesungguhnya Andi Mallarangeng diuntungkan dengan keberadaan Ibas putra SBY dalam jajaran Tim Suksesnya. Jelas keberadaan Ibas, sekalipun masih 'hijau' dalam dunia politik, tetapi dia dapat diposisikan sebagai 'mata dan telinga' kehadiran tokoh kunci/utama Partai Demokrat.


Siapapun yang kelak terpilih dari keduanya, sesungguhnya SBY telah melakukan investasi politik masa depan, yakni melahirkan pemimpin muda Indonesia. Ini jelas tidak pernah diungkapkan oleh SBY dalam konteks janji/slogan politik sebagaimana tokoh-tokoh partai lain, tetapi riil SBY tengah membangun jalan bagi hadirnya pemimpin muda Indonesia. (DPT)

Advertorial