Skip to content Skip to navigation

Konferensi Pers Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa

Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) sebagai organisasi jaringan yang beranggotakan pemerhati, peneliti, aktivis dan individu yang peduli terhadap penyelamatan kekayaan, aset dan sumber daya bangsa.


Elemen yang terlibat dalam KPAB diantaranya : INSIDe, Masyarakat Advokasi Warisan Budaya/MADYA), Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Masyarakat Hutan Indonesia, dan Masyarakat Anti Korupsi/MAKI.


KPAB sebagai wujud kekuatan civil society, bermaksud mengajak masyarakat dan pemerintah untuk semakin peduli terhadap keberadaan warisan budaya yang sebenarnya adalah aset bangsa ini.


Dalam rangka penegakkan hukum terkait pelestarian warisan budaya bangsa, KPAB pada 28 April 2010, bertempat di Hotel Sofyan Betawi Menteng Jakarta, melakukan konferensi pers terkait eksistensi seorang warga Australia bernama Michael Hatcher, yang ditengarai melakukan pencurian aset budaya bangsa, yakni berupa pengambilan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang bernilai trilyunan dollar Amerika.


Koordinator KPAB DR Endro Soebekti Sadjiman menguraikan riwayat sepak terjang Michael Hatcher, sudah sejak lama melakukan pencarian, pengambilan dan penjualan BMKT di lautan wilayah Indonesia.


Konferensi pers dilakukan oleh KPAB, selain dalam rangka menyadarkan publik atas sepak terjang Michael Hatcher, dampak kerugian negara, dan hilangnya potensi aset warisan budaya bangsa, dan secara khusus terhadap pemerintah, terlebih Panitia Nasional Barang Muatan Kapal Tenggelam (Pannas BMKT) agar mengambil langkah cepat menghentikan sepak terjang Michael Hatcher.


Rahman Toha perwakilan KPAB dalam konferensi pers tadi siang, membacakan pernyataan sikap KPAB terhadap tindak pidana Michael Hatcher, sebagai berikut :



  1. Tangkap dan hentikan aktivitas perampokan BMKT (dengan kata lain harta karun milik negara) oleh Michael Hatcher di perairan Republik Indonesia.

  2. Hentikan segala bentuk survey, observasi, dan pengangkatan BMKT yang tidak sesuai dengan prosedur, bahkan yang terindikasi adanya tindakan pidana pencurian (illegal salvage), seperti yang dilakukan di Ujung Pamanukan.

  3. Meminta PANNAS BMKT agar transparan dan menjadikan BMKT bukan sekedar berorientasi pada komoditas ekonomis, tapi juga memperhatikan sisi arkeologi, potensi sejarah dan budaya.

  4. PANNAS BMKT harus mencabut izin pengangkatan PT Comexindo dan memproses secara hukum keterlibatan pencurian bersama-sama dengan Michael Hatcher.

  5. Meminta pemerintahan SBY agar mengganti PANNAS BMKT menjadi lembaga khusus yang berfungsi mengelola secara serius aset bangsa yang terpendam, bukan sekedar kepanitiaan nasional yang bersifat ad hoc. (DPT)

Advertorial