
Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BMPTKKI) yang berdiri sebagai hasil Kongres Nasional Majelis Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen, pada 27-29 Maret 2019 di Denpasar Bali, bertempat di Kampus STT Ekumene GSKI Rehoboth Jakarta, menyelenggarakan Konferensi BMPTKKI bertajuk “Moving To The Next Level, Akselerasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia”, dilaksanakan pada 28-30 Agustus 2019.
Konferensi BMPTKKI akan diisi berbagai sesi materi yang mengundang narasumber, diantaranya Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saefuddin, Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, Sekretaris Jenderal Kemenag Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, MA, sejumlah narasumber senior lainnya, hingga generasi muda, Dr. Gildas Deograt Lumy seorang pakar IT dan praktisi keamanan data dan informasi.
Pembukaan Konferensi BMPTKKI dilaksanakan di Kampus STT Ekumene Function Hall Mall Artha Gading Lt. 5, Kelapa Gading Jakarta Utara, kemarin sore (Rabu, 28 Agustus 2019), dengan Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI), yang juga Ketua Umum BMPTKKI, sebagai pelayan firman Tuhan, dan peresmian pembukaan dilakukan oleh Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si yang juga saat ini ditunjuk menjadi Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Agama, mewakili Menteri Agama yang berhalangan hadir. Hadir juga Sekretaris Umum MPH PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th.
Pdt. Dr. Erastus Sabdono dalam kotbah pembukaan Konferensi BMPTKKI kemarin (Rabu, 28 Agustus 2019), mengemukakan bahwa Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si adalah yang memprakarsai lahirnya lembaga BMPTKKI.
Disampaikan lebih lanjut oleh Pdt Erastus, bahwa BMPTKKI didirikan dengan maksud melakukan pembenahan perguruan tinggi keagamaan kristen di Indonesia, tanpa melihat latar belakang denominasi.
“Maksud pembenahan-pembenahan tersebut, demi meningkatkan kualitas perguruan tinggi keagamaan kristen di Indonesia, agar kita dapat menghasilkan lulusan yang dapat melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus, bukan sekedar menyandang gelar, mengisi tugas seorang rohaniwan, pekerja gereja, pegawai gereja, tetapi diharapkan lulusan-lulusan perguruan tinggi keagamaan kristen di Indonesia dapat menghasilkan inspirator yang mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula. Dan Ini adalah konten esensial dari keselamatan dalam Yesus Kristus, jika tidak maka, kegiatan pelayanan hanyalah aktivitas pencarian nafkah, pencarian nafkah seorang rohaniwan, yang telah meniti hari-hari, bulan dan tahun-tahun di sekolah tinggi teologi, dan setelah lulus, dia berhak dinafkahi, sehingga status pelayan jemaat, hamba Tuhan, atau apapun namanya, hanya sekedar menjadi profesi, atau semacam karir, bukan dedikasi”.
Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Prof Thomas Pentury, dalam kata sambutan pembukaan, mengemukakan bahwa “Kita terlalu lama tidur dengan mimpi indah kita, dan ketika kita terjaga, ternyata hanya mimpi. Kita baru sadar, bahwa ada yang sudah bangun pagi-pagi, dan bergerak secara cepat, dan ternyata kita tertinggal oleh mereka. Kita membutuhkan energi yang lebih, untuk berlari mendekati mereka, makanya akselerasi dibutuhkan untuk mempercepat langkah, dan memperpendek jarak. Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia (BMPTKKI) adalah wadah yang sudah terwujud, sebagai kendaraan membawa kita semua untuk memperpendek jarak itu, karena delta (jarak) diantara kita dan mereka diluar sana sudah begitu besar, jaraknya terlalu jauh. Kita perlu kendaraan yang mempunyai kecepatan yang melebih kendaraan umumnya, agar supaya memperkecil jarak, maka makin bisa terwujud, jadi kita perlu kendaraan yang tidak umum, untuk lebih cepat mengejar”.
Lebih lanjut, Prof Thomas Pentury yang juga dipercaya menjadi Plt. Inspektur Jendral Kemenag RI, menjelaskan, “Kita terpanggil untuk membangun masyarakat kristen yang religius dengan spiritualitas yang tinggi, dan berkualitas. Lembaga pendidikan tinggi kristen adalah salah satu pilar penting, penyokong bangunan masyarakat kristen yang religius dengan spiritualitas tinggi dan berkualitas itu di Indonesia.”
Pembukaan Konferensi BMPTKKI kemarin, juga sekaligus peluncuran buku “Bunga Rampai MOVING TO THE NEXT LEVEL. Akselerasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia”, serta pelantikan kepengurusan BMPTKKI periode 2019-2024.
Berikut susunan kepengurusan BMPTKKI periode 2019-2024 :
DEWAN PENGARAH
Ex-Officio:
Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si
Ketua:
Dr. Arnold Tindas, M.Th
Sekretaris:
Dr. Harianto GP, D.Th
Anggota:
Dr. Erastus Sabdono, M.Th
Anggota:
Dr. Roland Mezach Octavianus, Th.M
Anggota:
Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd.
Anggota :
Dr. Sumbut Yermianto, M.Th
Anggota :
Dr. Dr.(HC) Ir. Arifin Tedjasukmana, M.Th
Anggota:
Dr. Binsen Samuel Sidjabat, Ph.D
Anggota:
Pdt. DR. Eliver Radjagoekgoek, M.Sc, M.Th, D.Min
Direktur Pendidikan Ditjen Bimas Kristen RI:
Dr. Pontus Sitorus, M.Si
Dewan Pengurus :
Ketua Umum:
Dr. Erastus Sabdono
Sekretaris Umum:
Dr. Stevri Indra Lumintang, Th.M
Sekretaris I:
Dr. Nasokhili Giawa, M.Th
Sekretaris II:
Dwiana Meivinas
Bendahara Umum:
Dr. Andreas Himawan, Th.M
Bendahara I:
Dr. Bonnie Marcelina Amidjaja, M.Th
Bendahara II:
Dr. Ari Supit, M.Si
Ketua Bidang Regulasi Pendidikan:
Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd
Ketua Bidang Penelitian dan Penerbitan:
Dr. Arnold Tindas, M.Th
Ketua Bidang Akreditasi:
Dr. Sumbut Yermianto, M.Th
Ketua Bidang Peningkatan Mutu Dosen:
Dr. Harianto GP, D.Th
Ketua Bidang Pengembangan Organisasi:
Dr. Yan Boyke Tewuh, M.Th
Jumlah peserta Konferensi BMPTKKI adalah 535 orang perwakilan dari berbagai perguruan tinggi/lembaga pendidikan tinggi kegamaan kristen di Indonesia. (DPT)
