
Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan terbesar didunia, memiliki lautan yang sedemikian luas dan dalamnya, dan telah menjadi lalu-lintas dunia sejak lama, telah menjadi sasaran para pemburu harta karun bawah laut (BMKT) yang bermaksud mengambilnya demi kepentingan bisnis semata.
Michael Hatcher seorang warga negara Australia, merupakan salah satu dari sekian banyak pelaku pemburuan harta karun tersebut. Dia telah banyak meraup keuntungan dari upayanya melakukan pencarian, pengangkatan, dan penjualan BMKT dari lautan di wilayah perairan Indonesia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh KPAB dalam konferensi pers siang tadi (28 April 2010) di Hotel Sofyan Betawi Menteng Jakarta, nilai ekomonis BMKT yang telah dirampok Michael sejak 1984 hingga kini, tak terhitung lagi nilainya, sebab sebagai contoh saja, harga piring porselin kecil dinasti Ming, berharga US$ 20.000, dan Michael berhasil menemukan ratusan ribu keping porselin dari bermacam ukuran. Bayangkan potensi kerugian yang dialami Indonesia, belum lagi kerugian secara sejarah dan warisan budaya.
Mencermati sepak terjang Michael Hatcher yang nampak tidak tersentuh oleh hukum selama ini, KPAB meminta pemerintah mengganti lembaga yang ada PANNAS BMKT menjadi suatu lembaga independen yang berwenang menangani masalah BMKT.
Berdasarkan paparan KPAB saat konferensi pers siang tadi, nampak potensi keterlibatan oknum pejabat baik ditingkat pemerintah pusat maupun daerah, dan secara khusus oknum anggota PANNAS BMKT. Karenanya, KPAB meminta pemerintah harus segera menindak dan menghentikan sepak terjang Michael Hatcher, dan mengambil langkap pengamanan serta perlindungan BMKT yang kemungkinan masih banyak tersebar di lautan dalam wilayah perairan Indonesia. (DPT)