
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, beberapa waktu lalu telah memperkenalkan rektor asing pertama di Indonesia, yakni Profesor Jang Youn Cho, berasal dari Korea Selatan. Prof. Jang Youn Cho menjadi Rektor Universitas Siber Indonesia, perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang membidangi siber, fenomena baru dalam dunia perguruan tinggi Indonesia.
Sementara itu, saat ini terdapat 4 perguruan tinggi negeri terkemuka Indonesia, yang sedang berupaya mencari Rektor baru bagi kampusnya, mereka adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Berdasarkan penelusuran Gerejani Dot Com, proses penjaringan Calon Rektor UI periode 2019-2024, saat ini Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI, sudah berhasil menjaring 20 figur Calon Rektor. Tahap seleksi calon Rektor Universitas Indonesia (UI) berikutnya, memasuki tahap tujuh besar, seleksi dilakukan secara terbuka dan mendalam. Sivitas Akademika UI berharap akan terjaring calon-calon rektor yang mumpuni dan berintegritas.
"Kami berharap panitia khusus berhasil menjaring tujuh kandidat yang selain berkualitas secara akademis juga berintegritas guna dibawa ke rapat paripurna Majelis Wali Amanat," kata Ketua Majelis Wali Amanat UI, Saleh Husin, Rabu, 4 September 2019, sebagaimana dirilis tribunnews.com.
Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI, melibatkan juga sejumlah alumni UI yang saat ini menjadi pejabat pemerintahan, seperti Menteri Koordinator Perkonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro.
Tujuh kandidat Calon Rektor UI rencananya akan diumumkan pada 16 September 2019 mendatang. Saleh optimis Pansus Pilrek UI akan memenuhi harapan tinggi Sivitas Akademika akan sosok rektor, yang mampu membawa UI memasuki lingkup 200 perguruan tinggi terbaik, serta menggandeng seluruh potensi alumni.
"Sejumlah masukan berharga dalam pansus dari sosok seperti Pak Darmin Nasution, Bu Sri Mulyani, Pak Bambang Brojonegoro berikut metode penilaian berjenjang melibatkan lintas pihak seperti PPM Manajemen, BIN, BNPT hingga PPATK, kami yakini mampu memunculkan kandidat terbaik,” ujar Saleh mantan Menteri Perindustrian 2014-2016.
Berikut 20 Calon Rektor UI berdasarkan https://mwa.ui.ac.id/tag/calon-rektor-ui/:
- Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D (Fakultas Hukum, Universitas Indonesia - FHUI)
- Dr. Chandra Yusuf, SH., LL.M., MBA.,MMgt (Universitas YARSI)
- Dr. Maksum Syahri Lubis, S.STP,M.AP (Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara)
- Dr. Ir. Baskoro Abie Pandowo, MT (PT. PUCO)
- Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, SpOG(K) (Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia - FKUI)
- Dr. Mutiara Hikmah, SH., MH (Fakultas Hukum, Universitas Indonesia - FHUI)
- Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada, M.Sc., Ph.D (Institut Teknologi Bandung - ITB)
- Dr. rer.nat. Yasman, M.Sc (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia - FMIPA UI)
- dr. Firman Zulkifli Amin, B.Med.Sc., S.Ked., Ph.D (University of Tsukuba)
- Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., IPU., CMA., MSS (Universitas Mercu Buana)
- Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI)
- Dr. Ir. Hendri Dwi Saptioratri Budiono, M.Eng., IPM (Fakultas Teknik, Universitas Indonesia - FTUI)
- Prof. Dr. Edvin Aldrian, BEng. M.Sc (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi - BPPT)
- Dr. Adis Imam Munandar, S. Si., MM (Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia - SKSG UI)
- dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia - FKM UI)
- Dr. Agustan, ST., M.Sc (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi - BPPT)
- Dr. -Ing. Budi Ibrahim (Pertamina Persero Upstream Technology Center)
- Prof. Dr. rer.nat Rosari Saleh (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia - FMIPA UI)
- Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia - FIB UI)
- Prof. Dr. rer. nat. Abd. Haris (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia - FMIPA UI)
Tahapan selanjutnya, 20 calon rektor tersebut akan mengikuti proses berikutnya. Di antaranya Proses Penyaringan oleh pansus Pilrek mulai 2-15 September 2019. Pengumuman tujuh Calon Rektor Tersaring pada 16 September 2019.
Dilanjutkan presentasi tujuh Calon Rektor Tersaring di depan pakar pada 18-20 September 2019. Sementara itu pengumuman tiga Calon Rektor terpilih pada 20 September 2019. Selanjutnya debat publik tiga Calon Rektor pada 23 September 2019 dan terakhir Penetapan Rektor Terpilih pada 25 September 2019.
Sedangkan proses pemilihan Rektor UNJ, berdasarkan medcom.id, proses pemilihan rektor (pilrek) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) periode 2019-2023, telah berhasil menjaring 8 nama telah masuk sebagai Calon rektor UNJ.
Berikut 8 Calon Rektor UNJ tersebut, berdasarkan http://www.unj.ac.id/dialog-interaktif-bakal-calon-rektor-universitas-negeri-jakarta/ adalah :
- Dr. Komarudin, M.Si., Lektor Kepala FIS UNJ
- Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., Guru Besar FBS UNJ
- Prof. Paulina Pannen, Ph.D., Guru Besar Kemenristekdikti
- Prof. Dr. H. Muh. Nur Sadik, MPM., Guru Besar FISIP Unhas
- Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., Guru Besar FMIPA UNJ
- Dr. Sofiah Hartati, M.Si., Lektor Kepada FIP UNJ
- Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd., Guru Besar FT UNJ
- Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., Lektor Kepala Kemendikbud
Senat UNJ berharap, para bakal calon tersebut memperhatikan sejumlah prioritas di kampus itu, di antaranya menyusun strategi peningkatkan reputasi akademik UNJ dengan indikator peningkatan jumlah program studi terakreditasi sangat baik di tingkat nasional dan di tingkat ASEAN.
Kemudian, menjadikan UNJ sebagai pusat unggulan dan rujukan standar di bidang kependidikan di tingkat nasional. Meningkatkan reputasi SDM UNJ dengan indikator jumlah dan kualitas dosen bergelar profesor meningkat, jumlah dan kualitas penelitian serta pengaruhnya dan kontribusinya pada PNBP juga meningkat.
Meningkatkan reputasi lulusan yang berjiwa wirausaha dan mampu berkarya secara profesional. Kemudian, meningkatkan suasana kampus UNJ yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, terbebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN), terpenuhi fasiltas pembelajaran dan penelitian, tercipta suasana lingkungan kampus yang hijau, nyaman, bersih dan tak ada konflik.
"Kami juga berharap rektor yang baru dapat meningkatkan kerja sama internasional dengan mendatangkan mahasiswa asing, pengiriman dosen ke luar negeri, dan mendatangkan dosen tamu dari universitas bereputasi," kata dia.
"Seluruh tahapan dan proses pemilihan calon rektor haruslah berlangsung secara transparan, demokratis, terbebas dari politik transaksional dalam bentuk apapun. Salah satu upaya untuk mewujudkan ikhtiar tersebut adalah dengan melibatkan KPK untuk ikut mengawal, mengawasi proses pemilihan Rektor UNJ," ujar Ketua Senat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) HafidAbbas, sebagaimana diberitakan medcom.id.
Proses pemilihan Rektor juga dilakukan Universitas Padjajaran di Bandung. Proses pemilihan Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024 mulai memasuki tahap penjaringan daring mulai 5-8 September 2019. Tahapan ini tetap akan dilakukan, meskipun jumlah pendaftar yang memenuhi syarat maju menjadi bakal calon rektor Unpad sudah mencapai sembilan orang, demikian diberitakan medcom.id.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unpad 2019-2024, Soni A. Nulhaqim mengatakan, tahap penjaringan daring ini akan melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad. Tahapan penjaringan daring dilakukan untuk mengetahui popularitas peserta Bakal Calon Rektor.
“Tahap penjaringan dilakukan untuk mengetahui popularitas peserta Penjaringan Bakal Calon Rektor oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Bukan menilai peserta dari segi kualitas, kapabilitas, dan kapasitasnya,” kata Soni, Rabu 4 September 2019.
Anggota MWA Unpad, Afriandi Grad menjelaskan, proses penjaringan Bakal Calon Rektor Unpad 2019-2024 merupakan bagian dari tradisi dalam pilrek Unpad.Hal ini sesuai dengan Peraturan MWA Unpad Nomor 1 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan, Penetapan, dan Pelantikan Rektor Universitas Padjadjaran.
Tahap penjaringan secara daring awalnya dilakukan untuk mengantisipasi jumlah pendaftar bakal calon rektor yang lebih dari sembilan nama. Dengan daring, jumlah pendaftar tersebut akan dikerucutkan menjadi sembilan nama, berdasarkan pemilihan oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Namun faktanya, dari 11 pendaftar Bakal Calon Rektor Unpad, hanya sembilan pendaftar yang dinyatakan memenuhi kelengkapan, kesesuaian, dan keabsahan persyaratan administrasi sesuai dengan Peraturan MWA Unpad.
Hasil dari penjaringan akan ditetapkan oleh MWA, berikutnya akan disampaikan kepada Senat Akademik untuk dilakukan pemilihan Bakal Calon Rektor. Dalam peraturan tersebut dijelaskan, ada empat tahapan dari proses Pemilihan Rektor Unpad.
Tahap pertama adalah proses penjaringan Bakal Calon Rektor. Tahap kedua adalah menyaring bakal calon rektor menjadi calon rektor. Ketiga adalah tahap pemilihan rektor dari calon rektor yang ditetapkan. Sementara tahap terakhir adalah penetapan dan pelantikan rektor.
Berikut 9 Calon Rektor Unpad 2019-2024, berdasarkan http://pilrek.unpad.ac.id/penjaringan-bakal-calon-rektor/:
- Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D
- Dr. Arry Bainus, M.A.
- Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc
- Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt
- Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum
- Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE
- Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA
- Dr. Toni Toharudin, M.Sc
- Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si
Sementara itu, proses pemilihan Calon Rektor ITB 2020-2025, dimulai dengan pendaftaran pada 5 Agustus 2019, kemudian telah ditutup pada 30 Agustus 2019, berhasil menjaring 34 orang Calon Rektor ITB, mereka tidak hanya berasal dari internal sivitas akademika ITB, tetapi juga ada dari luar sivitas, sebagaimana dirilis https://www.itb.ac.id/news/read/57237/home/mwa-itb-terima-34-pendaftar-calon-rektor-itb-2020-2025.
Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung menyerahkan kotak pendaftaran calon untuk Pemilihan Rektor (pilrek) ITB Periode 2020-2025 kepada Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ITB di Gedung MWA-ITB, Bandung, kemarin Rabu (4 September 2019). Proses penyerahan kotak pendaftaran tersebut dilakukan oleh Ketua MWA ITB, Ir. Yani Panigoro, didampingi oleh Wakil Ketua MWA Prof. Dr. Djoko Santoso, M.S., dan Sekretaris Eksekutif MWA ITB Prof. Dr.Ir. Benhard Sitohang, kepada panitia pelaksana dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ITB Dr. Yannes Martinus Pasaribu M.Sn. Proses penyerahan tersebut disaksikan oleh Ketua Senat Akademik ITB Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D, dan beberapa dari pihak panitia pelaksana.
"Saya apresiasi siapapun yang mendaftar, karena yang bersangkutan pasti mempunyai keinginan kuat untuk memajukan ITB dan membuat ITB lebih baik lagi," ujar Ketua MWA ITB Ir. Yani Panigoro.
"Panitia pelaksana hanya menjalankan dari sisi teknis operasional agar proses pemilihan bisa berlangsung sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, jujur, adil, bersih, transparan, namun tetap rahasia," ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ITB Yannes Martinus Pasaribu.
Martinus berharap, Pemilihan Rektor ITB Periode 2020-2025 ini dapat mencari best of the best untuk ITB yang lebih baik di masa depan. Martinus juga berharap proses pemilihan dapat berlangsung dengan lancar.
Sebagai tindak lanjut, secara resmi panitia pelaksana akan menyampaikan informasi berupa jadwal maupun berbagai hal yang diperlukan kepada pendaftar calon rektor ITB. Pemilihan ini dilaksanakan menjelang berakhirnya masa bakti Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, untuk Rektor ITB periode 2015-2020.
"Paling lambat tanggal 29 November 2019, sudah terpilih Rektor ITB periode 2020-2025, dan sudah dilantik paling lambat tiga bulan setelah terpilih," ungkap Sekretaris Eksekutif MWA Benhard. (DPT)
