Skip to content Skip to navigation

PENGURUS STT BETHEL BANTAH 34 MAHASISWA POSITIF COVID-19

Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), belum lama ini viral dengan pemberitaan klaster penyebaran Covid-19, karena kegiatan kegerejaannya diwilayah Jawa Barat, dan kembali kini, GBI viral diberitakan terkait wabah Covid-19.

Bila di Jawa Barat yang tersangkut wabah Covid-19, adalah aktivitas kegerejaannya, maka ini kali, Seminari dan Asrama Sekolah Tinggi Theologi dalam lingkup Sinode GBI, yang berlokasi di Jl. Petamburan IV No 5 Jakarta Pusat.

Sejumlah media kemarin (Kamis, 16 April 2020), berdasarkan pernyataan Lurah Petamburan Setiyanto pada Kamis (16 April 2020), memberitakan bahwa ada 34 orang mahasiswa STT Bethel Petamburan, dinyatakan positif Covid-19 dan dibawa ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.

Gerejani Dot Com kemarin siang, menghubungi Humas Sinode GBI Pdt Ariasa Supit melalui Prambudi jurnalis media sinode GBI, untuk mendapatkan kejelasan tentang adanya 34 orang mahasiswa STT Bethel, yang positif Covid-19 dan sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran. Prambudi menyampaikan pesan Humas Sinode, yang hanya mengatakan "Saya sudah cek dan nanti ada penjelasan dari kampus STTBI ya pak".

Berdasarkan surat klarifikasi pengurus STT Bethel yang diterima Gerejani Dot Com, surat bernomer 56/SEK/SBJ/IV/2020, menyebutkan "Sehubungan dengan beredarnya berita-berita dari media, yang tidak berasal dari sumber yang benar, dan isi berita
tidak sesuai dengan fakta kebenaran dilapangan, maka berikut kami sampaikan informasi tentang keberadaan anak-anak asrama Seminari Bethel Indonesia" bunyi salah satu isi surat yang ditandatangani pada 16 April 2020 oleh Pdt. Kiki Sadrach M.Th Ketua Seminari Bethel, dan Oktaria Inkiriwang S.Th HRD/GA Seminari Bethel.

Surat klarifikasi pengurus Seminari Bethel, membantah adanya 34 mahasiswa Seminari positf Covid-19, klarifikasi mengemukakan
bahwa realitasnya 35 mahasiswa terkategori ODP (Orang Dalam Pemantauan), yang sebelumnya mereka merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Berikut poin-poin penjelasan surat klarifikasi tersebut :

1. Seperti harapan dan keinginan bersama, Seminari telah mengusahakan pemeriksaan terhadap semua orang di asrama. Berdasarkan hasil rapid test Covid-19 dan Swap test kepada siswa/mahasiswa penghuni asrama dan staf yang tinggal di lingkungan asrama sebanyak 130 mahasiswa/siswi pada tanggal 12 April 2020 dilakukan pemeriksaan oleh 8 (delapan) orang team dokter dari Puskesmas Tanah Abang, maka di dapati hasil, adanya 35 orang yang harus dipantau kondisinya walaupun tanpa gejala (OTG) sama sekali dan menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Keadaan ini mengharuskan ODP diisolasi secara mandiri terlebih dahulu di Seminari Bethel sambal menunggu rujukan dan hasil pemeriksaan team medis lebih lanjut dari Puskesmas Tanah Abang.

2. Sebelum dan sesudah hasil test ini dilaksanakan untuk penghuni asrama, Seminari Bethel telah jauh-jauh hari menerapkan protokol kesehatan sesuai Kemenkes, dan selalu pro-aktif mengupayakan perlindungan kesehatan bagi anak-anak asrama. Pengadaan masker, hand
sanitizer dan lain-lain untuk seluruh penghuni asrama serta menganjurkan protokol
kesehatan yang benar, mengenakan masker, sering mencuci tangan, gunakan hand sanitizer dan lain-lain secara aktif terus digalakkan.

3. Hingga saat ini, kondisi di asrama dan Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai Kemenkes dan penghuni asrama dan orang-orang yang berada dalam lingkungan Seminari Bethel Jakarta menerima makanan sehat serta vitamin yang membangun imunitas dan kesehatan yang baik. Disinfektasi atas seluruh ruangan dan halaman juga selalu dilakukan setiap 2-3 hari sekali atas arahan dari Puskesmas.

4. Dan agar anak-anak penghuni asrama dapat berkonsentrasi menjaga kesehatannya; sejak
bulan Maret 2020 System pembelajaran dan perkuliahan menerapkan system KBM online tanpa tatap muka. Dan dengan adanya hasil test lanjutan (12 April 2020) oleh tim medis, dan masukan dari beberapa orang dan dosen, maka untuk penghuni asrama sama sekali tidak diberlakukan pembelajaran, baik KBM dan lain sebagainya, ini untuk memprioritaskan kesehatan mereka lebih dahulu.

5. Untuk Sebagian besar pengajar/dosen/staf Seminari Bethel Jakarta telah diberlakukan
Work From Home (WFH).

6. Koordinasi dengan dokter Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan selalu dilakukan.

Gerejani Dot Com, berdasarkan penjelasan Prambudi jurnalis media Sinode GBI, untuk mendapatkan informasi ataupun penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi Jurubicara STT Bethel Pdt Tony Wattimena, dan Gerejani Dot Com kemarin sudah mengirimkan pesan melalui layanan WA Jubir STT Bethel, namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan Jubir STT Bethel masalah Covid-19. (DPT)

Share

Advertorial