
Partai Damai Sejahtera (PDS) sebagai partai yang cukup eksis dalam pentas perpolitikan nasional, meski tidak berhasil menempatkan kadernya di DPR RI dikarenakan tidak lolos parliamentary treshold (PT), tetapi tetap mempunyai basis dukungan yang tidak bisa dipandang kecil.
Dalam rangka konsolidasi dan proses regenerasi kepemimpinan partai, PDS telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional II pada tanggal 6-8 Mei 2010 di Novotel Convention Center-Grand Kawanua Manado. Munas yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2011, pelaksanaannya dipercepat tahun ini.
Munas II tersebut telah menghasilkan pemimpin baru di DPP PDS, yakni Ketua Umum M.L Denny Tewu, SE, MM dan Sahat Sinaga, SH sebagai Sekretaris Jenderal, serta menetapkan dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA, D.Min menjadi Ketua Dewan Pembina.
Abnes Nones sebagai Sekretaris DPC PDS Halmahera Utara, salah seorang peserta Munas II, kepada Tim Gerejani disela-sela kesibukannya mengikuti pertemuan di Jakarta, mengatakan " Munas kemarin di Manado, itu Munaslub, karena seharusnya Munas diadakan tahun 2011. Agenda Munaslub kemarin hanya satu, yakni pemilihan Ketua Umum, mengingat pengunduran diri Ketua Umum Ruyandi Hutasoit".
Lebih lanjut Abner yang juga Ketua Fraksi PDS di DPRD Halmahera Utara, menjelaskan pandangannya tentang kepemimpinan yang baru di DPP PDS dan peluang PDS pada Pemilu 2014, "Kepemimpinan Denny Tewu sebagai Ketua Umum dan Sahat Sinaga sebagai Sekretaris Jenderal, sudah pas, itu representasi perjalanan dinamika PDS yang terkesan terjadi perbedaan tajam ditingkatan DPP, atau problema kepemimpinan di PDS. Figur Denny Tewu sebagai pendiri adalah representasi sejarah, dia tahu proses perjalanan PDS sejak awal, dia mampu merekatkan kepemimpinan era Ruyandi dengan kepengurusan yang baru ini. Sedangkan Sahat Sinaga, sebagai seorang yang memiliki pengalaman berorganisasi cukup banyak (mantan aktivis GMKI dan GAMKI), dia juga seorang Notaris, mengerti tentang proses hukum, diharapkan dia mampu mengisi kekurangan tentang administrasi politik partai".
Menyoal peluang dan eksistensi PDS dalam Pemilu 2014, Abner berkeyakinan bahwa PDS akan ikut sebagai peserta Pemilu 2014, meski untuk memastikannya harus menunggu penetapan undang-undang partai politik yang baru. (BTP)