
Benyamin Mangkudilaga, SH sebagai seorang mantan Hakim Agung, melihat proses seleksi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini, memberikan komentar kepada Tim Gerejani disela-sela Simposium Nasional Demokrat, siang tadi (1 Juni 2010) di Hotel Borobudur Jakarta, " Memang masih sulit menemukan figur Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mungkin karena masih kuatnya nuansa 'politik' dalam menentukan/memilih Ketua KPK ".
Pria yang pernah menjadi anggota Komnas HAM, menanggapi pertanyaan Tim Gerejani yang menanyakan tentang munculnya sejumlah advokat menjadi calon Ketua KPK dan polemik wacana hukum yang dilontarkan Pengacara eksentrik Hotman Paris Hutapea tentang pengacara bersih dan tidak bersih, suami dari Rooslina, mengatakan " Sebenarnya advokat kotor, bila dalam menjalankan profesinya tidak profesional, tidak punya etika dan tidak konsisten, contohnya melakukan suap, korupsi atau turut dalam mafia kasus hukum. Sedangkan advokat bersih adalah bebas dari suap-menyuap, bebas korupsi dan Komitmen serta konsisten dalam menjalankan tugas profesi sebagai advokat. Soal Ketua KPK diharapkan agar prosesnya lancar" pungkas pria yang kini kembali mengajar di kampus . (BTP)