Skip to content Skip to navigation

Prof. Dr. Ketut Surajaya, MA : Meniru model Restorasi Meiji, hanya beberapa yang cocok

Seminar nasional yang diadakan dalam rangka Simposium Nasional Demokrat, sesi kedua pada hari Selasa 1 Juni 2010, mengangkat topik 'Jalan Restorasi Indonesia' dengan menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ketut Surajaya, MA, Prof. Dr. A. Dahana, Prof. Dr. August Benu, dan Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M.Phil.


Pada sesi kedua ini, animo peserta meski sudah memasuki waktu sore hari dan sehabis menikmati makan siang, tidak menurun tetapi tetap semangat mengikuti sesi. Seminar yang dipandu oleh Dewan Redaksi Metro TV Suryopratomo (Mas Tomi), meski bernuansa konseptual, tetapi tetap menarik diikuti oleh ribuan peserta simposium.


Prof. Dr. Ketut berpendapat jika Indonesia meniru model Restorasi Meiji produk Jepang, sebenarnya hanya beberapa hal saja yang dapat diterapkan, seperti restorasi bidang ideologi, yakni mobilisasi Pancasila, restorasi hukum, pertanian, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa. Sementara, Prof. Dr. Dahana dengan mengacu pada pengalaman pembaruan di Cina, justru melihat perlu partai politik yang kuat, bersih dari politik uang, dan mementingkan pembangunan bangsa dan negara ketimbang kepentingan pribadi atau golongan. Setelah itu membentuk pemerintahan yang kuat, demokratis, bersih dan benar-benar mengabdi pada kepentingan rakyat.


Prof. Dr. August menguraikan proses dan tahapan restorasi yang lebih menekankan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan Budiman Sudjatmiko membagi enam tonggal penanda kebangkitan, dengan budaya sebagai panglimanya. Kesadaran akan penggalian tradisi, merekonstruksi institusi pendidikan, renaissance Indonesia, revolusi ilmu pengetahuan, penataan kembali sistem politik dan kebijakan publik, dan terakhir transformasi sosial dan ekonomi. (DPT)

Advertorial