
Simposium Nasional Demokrat telah berakhir, ribuan peserta dari berbagai daerah maupun latarbelakang profesi, setelah menghabiskan waktu dua hari mengikuti simposium di Hotel Borobudur Jakarta, sejak tanggal 1-2 Juni 2010, kini telah kembali ke daerah dan aktifitasnya masing-masing.
Apakah ini berarti selesai juga proses perjalanan gerakan "Restorasi Indonesia" yang dilontarkan oleh Surya Paloh selaku tokoh nasional, yang juga Ketua Umum Nasional Demokrat? Ternyata simposium hanya berupa awal serangkaian kegiatan penggarapan gagasan gerakan 'Restorasi Indonesia", sementara puncak kegiatan akan berlangsung di Gedung Konferensi Asia Afrika Bandung pada 18 Agustus 2010, setelah sebelumnya gagasan-gagasan yang dihimpun dalam simposium kemarin, akan mengalami uji sahih di beberapa kampus terkemuka di tanah air.
Simposium yang berlangsung selama dua hari, diakhiri dengan persidangan komisi-komisi yang membahas dan merumuskan berbagai masukan dan catatan, mengenai apa dan bagaimana gerakan "Restorasi Indonesia" dapat diberlakukan. Persidangan komisi-komisi yang dimaksud adalah: Komisi Politik (A), Komisi Ekonomi (B), dan Komisi Budaya (C).
Komisi A Bidang Politik, dengan fokus kepada eksistensi konstitusi negara, melakukan penguatan gagasan dan wacana dengan mengundang narasumber Prof. Dr. Mahfud M.D, SH (Ketua MK), Prof. Dr Saldi Isra, SH, MPA (Pakar Hukum Univ Andalas Padang), Busyro Muqoddas, SH, M.Hum (Ketua KY), dan Dr. Fadjrul Falakh, SH (Pakar Hukum UGM Jogya) untuk membahas tema "Konstitusi sebagai pilar kehidupan bernegara".
Komisi B Bidang Ekonomi, mengangkat tema "Membangun ekonomi nasional", dan menampilkan narasumber Prof. Dr. Didiek J. Rachbini (Dewan Pakar Nas Dem), Dr. Henry Saparini, dan A. Prasetyantoko, SE, MSc, Ph.D.
Komisi C Bidang Budaya, mengangkat tema "Membangun bangsa yang berkarakter", mengundang hadir narasumber Prof. Dr. Soediarto, Prof. Dr. Frans Magnis Suseno, SJ, dan Prof. Dr. Conny R. Semiawan.
Berbagai usulan, masukan, kritisan maupun sanggahan dari ratusan peserta sidang komisi, akan dirumuskan menjadi suatu gagasan yang utuh, untuk kemudian dikomunikasikan secara akademik dalam bentuk roadshow ke sejumlah kampus terkemuka pada rentang waktu Juni hingga Juli 2010, dan untuk hal ini Nas Dem telah bekerja sama dengan Forum Rektor juga organisasi kemahasiswaan setempat.
Akhir perjalanan proses penggarapan gagasan bagi gerakan "Restorasi Indonesia", akan dilaksanakan dalam bentuk seminar nasional di Gedung Konferensi Asia-Afrika Bandung pada 18 Agustus 2010.
Simposium memang telah berhenti, tetapi lokomotif gerakan "Restorasi Indonesia" tidak berarti juga berhenti, dia tetap berjalan menggerakkan dan mengarahkan gerbongnya menuju cita-cita yang diharapkan bersama. (DPT)