Skip to content Skip to navigation

Dana aspirasi 15 M per Dapil : Golkar vs Sekgab

Kontroversi gagasan Fraksi Partai Golkar DPR RI, menyangkut usulan dana aspirasi DPR RI sebesar 15 milyar rupiah per daerah pemilihan, menjadi ujian sekaligus tolok ukur posisi tawar Sekretariat Gabungan yang dibentuk Presiden SBY, terhadap keberadaan Partai Golkar dalam gerbong Sekgab tersebut, mengingat Ketua Harian Sekgab adalah Aburizal Bakrie notabene Ketua Umum DPP Partai Golkar.


Usulan yang disampaikan Fraksi Partai Golkar pada Rapat Paripurna DPR RI 25 Mei 2010 yang lalu, sesungguhnya sudah ditolak Pemerintah melalui  jawaban tertulis dalam pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPR RI, atas pokok-pokok pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2011, yang disampaikan Menteri Keuangan pada Rapat Paripurna 1 Juni 2010.


Mencuatnya gagasan dana aspirasi sebesar 15 Milyar rupiah, yang kini menjadi kontroversi, menurut Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz, muncul karena ketidakpercayaan pengelolaan anggaran oleh pusat terhadap pemerintah daerah.


Meski sempat disampaikan oleh Setya Novanto beberapa hari lalu, bahwa Sekretariat Gabungan menyetujui usulan dana tersebut, ternyata kini satu per satu partai anggota Sekgab, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap dana tersebut.


Walaupun mendapat penolakan dari sesama partai anggota Sekgab, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, saat Rakornas Legislator Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, menyatakan bahwa tetap akan memperjuangkan dana tersebut walau sendirian. "Mengapa memang kalau sendirian?" demikian dipertanyakan Idrus.


Kontroversi dana aspirasi 15 Milyar rupiah, sesungguhnya terlepas dari penting atau tidaknya, mempunyai dasar hukum atau tidak, langsung diserahkan ke Pemda atau tidak, kini telah menjadi satu titik tolak penting bagi keberlangsungan Sekgab yang telah berhasil menggolkan kesepakatan DPR RI untuk pembelian pesawat kepresidenan RI, apakah Sekgab dapat tetap solid? Ataukah Partai Golkar dengan keyakinan yang kuat akan eksistensi partai dan basis dukungannya, kembali akan menjadi 'matahari kembar', seperti pernah dikeluhkan oleh SBY ketika menjelang Pilpres 2009 lalu? (DPT)

Advertorial