
Bola panas yang digelindingkan oleh Partai Golkar, 'dana aspirasi 15 milyar rupiah per dapil', semakin menjadi pertarungan internal bagi partai-partai dalam parlemen pendukung koalisi SBY.
Koalisi partai-partai pendukung SBY yang berhimpun dalam wadah Sekretariat Gabungan Partai Koalisi SBY, yang diketuai oleh SBY sendiri sebagai Ketua Umum dan Aburizal Bakrie Ketua Harian, setelah pecah saat penanganan kasus Bank Century, tetapi solid ketika menggolkan rencana pembelian pesawat kepresidenan (sebelumnya sempat heboh dan ditolak oleh mayoritas anggota parlemen), kini terkait usulan Fraksi Partai Golkar tentang pemberian dana aspirasi kepada tiap dapil sebesar 15 milyar rupiah, kesolidan anggota dalam Sekgab Koalisi SBY semakin rapuh.
Fraksi Partai Golkar dalam hal memperjuangkan gagasannya tersebut, harus berhadapan dengan 5 parpol koalisi pendukung SBY lainnya yang ada dalam parlemen (P. Demokrat, PKB, PKS, PAN, dan PPP). Bahkan Fraksi PAN siap berdebat mengenai payung hukum dana aspirasi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PAN yang juga Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan kemarin di DPR RI.
Sebenarnya ada apa dibalik lontaran usul dana aspirasi 15 milyar tersebut, yang sebelumnya Fraksi PPP pun sempat menyampaikan usul yang sama, hanya berbeda jumlahnya, mereka mengusulkan 10 milyar rupiah? Apakah ini tanda-tanda alam bahwa Sekgab koalisi kembali akan pecah? (DPT)