
Ekspo Ekpedisi Geografi Indonesia yang diadakan kerjasama DPD dan Bakorsurtanal, yang diadakan di Nusantara V Gedung DPD RI Senayan Jakarta, pagi tadi (10 Juni 2010), menyuguhkan talkshow yang bertajuk "Menumbuhkan Wawasan Kebangsaan Melalui Kepedulian, Pelestarian Sumberdaya Alam dan Budaya Indonesia”, dengan narasumber Prof. Dr. Meuthia Hatta (Wantimpres), Suwahyuono, MSc (Deputi Bidang Survey Dasar Sumber Daya Alam Bakosurtanal), AA Suryatin (Budayawan, Tim EGI), dan Ir. H. Bambang Susilo (Ketua Komite 2 DPD R). Moderator talkshow Didi Petet dan kehadiran khusus Sesepuh Wanadri yang juga seniman peduli lingkungan/alam Abah Iwan Abdurrahman, semakin memeriahkan kegiatan ekspo.
Meuthia Hatta menyampaikan materi berjudul "Membangkitkan generasi muda dalam mencintai dan menumbuhkan wawasan kebangsaan melalui pelestarian budaya Indonesia", dalam paparannya tersebut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keanekaragan hayati dan budaya yang sangat beraneka ragam, sehingga diharapkan ide-ide separatisme dan disintegrasi bangsa yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dapat dihindari. "Harus ada 1 sisdiknas dgn aspek kebudayaan di dalamnya secara nasional karena dari jaman batu kita sudah beda-beda, perlu perubahan paradigma agar saling menghargai dan mengenal daerah-daerah seluruh Indonesia, guna kebersamaan batin berwawasan nusantara” demikian harapan Meuthia.
Sementara Suwahyuono membawakan presentasi tentang “Fenomena Geografi dan sumber daya alam sebagai perekat kepedulian dan kelestarian Indonesia". Wahyo, demikian panggilan akrab Suwahyuono, menjelaskan perlunya mengenal kondisi geografi wilayah untuk menanamkan rasa cinta tanah air. "Dalam dimensi unsur abiotik, biotik, dan kultur yang mengingatkan pepatah lama Tak kenal maka tak sayang”, ungkap Wahyo.
Narasumber lainnya Aat Suryatin dengan materi bertema "Pengalaman ekspedisi pulau terluar nusantara", menyitir slogan dari Wanadri : "POK, PEK, PRAK" yang diartikan sebagai langkah yang harus dilakukan sampai realisasi dari sejak direncanakan dan segera dilaksanakan dalam rangka Inventarisasi sumberdaya alam dan budaya nasional. "Direncanakan EGi untuk tahun 2010 akan dilanjutkan ke NTB dan tahun 2011 ke Kalimantan Timur", demikian urai Aat.
Bambang Susilo menyampaikan pemikirannya berjudul "Perencanaan pembangunan daerah berbasis data spasial dalam mendukung pembangunan nasional".
" Kegiatan EGI harus senantiasa ditingkatkan sebagai salah satu upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air ke masyarakat luas termasuk di dalamnya mengkomunikasikan pada masyarakat Internasional " demikian ungkapan harapan Bambang. (BTP)