
Hiruk-pikuk keramaian dunia oleh karena anjloknya perekonomian Yunani dan Eropa, aksi militer Israel, ancaman DK PBB kepada Iran soal nuklir, dan masih banyak lagi hal lainnya, untuk beberapa waktu kedepan, mungkin tensi dan intensitas permasalahan akan menurun, bahkan sepertinya sementara waktu terjadi moratorium politik global, oleh karena perhatian masyarakat internasional saat ini tertuju ke Afrika Selatan.
Afrika Selatan menjadi sorotan dunia bukan karena persoalan politik dalam negerinya, ataupun bukan karena meninggalnya cicit dari tokoh utama Afsel Nelson Mandela, tetapi karena perhelatan besar tengah berlangsung disana, Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Tak ketinggalan politisi Indonesia pun, turut meramaikan suasana pesta dunia tersebut dengan berbagai cara, satu diantaranya seperti yang dilakukan Ketua DPR RI Marzuki Ali.
Marzuki Ali selain piawai dalam permainan politik, dia juga penggemar berat sepakbola, sehingga tidak heran bila dia begitu antusias menyambut Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini.
Kemarin (11 Juni 2010), ketika melintas depan Ruang Wartawan I DPR RI Nusantara III, saat hendak menuju Masjid dalam komplek Gedung DPR RI, untuk mengikuti sholat Jum'at, Marzuki yang mengenakan batik berwarna coklat dan kopiah, menyapa wartawan dan mengajak menonton bareng Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. " Hei, gimana menurut kalian, kalau kita bikin disini nonton bareng Piala Dunia? Senin besok kita pasang layar lebar disini (depan Ruang Wartawan I DPR-red)" demikian sapa Marzuki yang sontak langsung disambut antusias oleh para wartawan yang ada saat itu. " Kalau cuma nonton bareng doang, gak seru Pak? " sahut seorang wartawan kepada Marzuki. " Oke kalau begitu, bagaimana kalau kita tebak-tebakan siapa pemenang pertandingannya? Nanti saya kasih hadiah Blackberry? " sambut Marzuki tak kalah spontannya.
Ternyata memang bila berbicara hobi, seakan tidak ada lagi batas pemimpin, rakyat, tokoh politik, wartawan dan sebagainya, semua dalam posisi setara, dan bebas berargumen, semoga saja ini menjadi kesempatan baik bagi kepolitikan dan penegakan hukum di negara kita yang sedang carut-marut. Apa yang dilakukan Ketua DPR RI dapat dijadikan contoh oleh pejabat negara lainnya, agar terbangun komunikasi harmonis antara pemimpin politik/pejabat negara dengan wartawan sebagai representasi masyarakat (publik). (DPT)