
Penyusunan dan pengumuman kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2010-2015, pasca Kongres II di Bandung beberapa minggu lalu (21-23 Mei 2010), yang dimenangkan oleh Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, berulangkali mengalami perubahan jadwal.
Kesan lambat dalam penyusunan dan pengumuman, susunan kepengurusuan DPP Partai Demokrat periode 2010-2015, menurut Ketua Umum terpilih Anas Urbaningrum dikarenakan mempertimbangkan empat prinsip.
"Empat prinsip dasar itu yang diyakini Partai Demokrat cocok dan relevan dengan kepentingan bangsa dan negara," kata Anas dalam jumpa pers di kantor DPP Demokrat, Rawamangun, Jakarta, Kamis 17 Juni 2010, sebagaimana diberitakan Vivanews (17 Juni 2010).
Pertama, prinsip koperasi yang sinergis seluruh potensi kader. Menurut Anas, kompetisi sudah selesai, tiba saatnya membangun Demokrat untuk kepentingan bangsa. "Tak ada lagi Tim A, Tim B dan Tim C," ujarnya.
Kedua, prinsip representatif kewilayahan dan kemajemukan. "Susunan partai Demokrat 2010-2015 ini berwajah Indonesia," kata Anas.
Ketiga, prinsip kompetensi karena partai membutuhkan orang yang bisa bekerja baik.
Keempat, prinsip terbuka dan memberi peluang kader-kader baru yang berkualitas. "Partai Demokrat bukan partai tertutup dan tidak mengalienasi diri," ujar Anas.
Prinsip ini yang mendasari munculnya sejumlah nama baru seperti Denny Kailimang, Ulil Abshar Abdalla, Andi Nurpati dan Rachland Nashidik di jajaran pengurus. "Kami punya prinsip dan visi ke depan, ada spirit peremajaan tanpa dikotomi senior atau muda," kata Anas. (DPT)