
Kerusuhan yang terjadi saat pelaksanaan Pemilu Kada di Tana Toraja, telah menunda rekapitulasi penghitungan selama dua minggu.
Rekapitulasi tingkat KPUD Tana Toraja kemarin dilakukan usai rekapitulasi tingkat PPK yang dipusatkan di tempat dan waktu yang sama, gedung Wanita Makale Tana Toraja. "Sesuai fatwa KPU Pusat, acuan kita dalam rekapitulasi tingkat PPK adalah formulir C1 yang ada pada semua saksi, Panwas dan PPK," ujar ketua KPUD Tana Toraja, Luther Pongrekun, Jumat (16/07/2010), demikian dikutip dari Seruu.Com.
Pasangan Theofilus Allorerung-Adelheid Sosang (Teladan) sebagai pemenang, mengungguli lima pasangan lainnya setelah mendapatkan suara dengan total suara 37.797 atau 32,69 persen. Perolehan suara pasangan yang diusung Partai Golkar ini, jauh mengungguli pasangan Victor Datuan Batara-Rosina Palloan di posisi kedua yang hanya meraup 24.946 (21,58 %). Sementara jagoan PDI Perjuangan dan beberapa partai koalisinya, Nicodemus Biringkanae-Kendek Rante berada di peringkat ketiga dengan 23.965 suara (20,73 %), disusul paket usungan PAN, PKS, dan PPDI, Yunus Kadir-Jansen Tangketasik 18.760 suara (16,23 persen).
Sementara itu, anggota KPU Sulsel, Syamsir Rahim yang memantau pelaksanaan rekapitulasi KPU Toraja mengatakan, kegiatan berlangsung dalam suasana tegang luar dalam. Saksi dari pasangan calon, silih berganti melakukan interupsi. “Bahkan lima saksi dari pasangan nomor urut 1,2,3,4 dan 6, menolak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi tingkat KPU,” terang Syamsir yang dihubungi lewat telepon dari Makassar, sebagaimana diberitakan Seruu.Com. (DPT)