
Percideraan kerukunan umat beragama di Indonesia, pada masa reformasi sekarang ini, berulang terjadi dibanyak tempat.
Masih segar dalam ingatan kita tentang kasus GKI Taman Yasmin di Bogor, yang oleh Pemerintah Daerah setempat, ijin pembangunan gedung gereja yang sudah diperoleh, dengan tiba-tiba dibatalkan, dan proses pembangunan dihentikan secara paksa (disegel). Demikian pula dengan HKBP Pondok Timur Indah di Bekasi. Penyegelan gedung ibadah oleh Pemda setempat, telah membuat ribuan jemaat HKBP Pondok Timur Indah 'kehilangan tempat ibadah', sehingga mereka beribadah ditanah kosong, namun itupun diprotes secara keras oleh sebuah organisasi massa bernuansa keagamaan tertentu atas nama warga sekitar, sehingga terjadi aksi tindak kekerasan terhadap jemaat dan Pendeta.
Demi menyikapi kasus yang terjadi berulang kali, ratusan jemaat kristen dan umat lainnya yang peduli terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia, melakukan aksi damai berupa kebaktian bersama didepan Istana Presiden pada hari kemarin (15/8/2010) pukul 13.00 wib.
Konsentrasi aksi kebaktian dilakukan didepan Gedung Indosat, sementara pembacaan pernyataan sikap dilakukan didepan seberang Istana Presiden RI. Aksi tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dalam jumlah yang jauh lebih besar dari massa aksi. Hal ini nampak aneh, karena mengingat aksi yang dilakukan hanya berupa kebaktian dan pembacaan pernyataan sikap, tetapi dengan penjagaan yang begitu ketat, seakan-akan aksi yang dilakukan adalah aksi berpotensi anarkis.
Aksi damai tersebut dihadiri oleh banyak aktifis dari berbagai kelompok organisasi, seperti GMKI, PMKRI, GAMKI, dll, juga sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, seperti Maruarar Sirait (Anggota DPR RI F.PDIP), Mochtar Pakpahan (Pejuang HAM), Edo Kondologit (Artis), Maruli Silaban (DPP KNPI), dsb.
Aksi yang dilakukan sekalipun diguyur hujan, tetap berjalan hingga selesai sekitar pukul 15.00 wib Tidak sedikit jemaat yang hadir menitikkan air mata mengikuti aksi tersebut. Jemaat yang hadir secara spontan membawa banyak bendera merah putih, selain dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai simbolik bahwa komunitas kristen adalah juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berarti juga mempunyai HAK yang sama dengan komunitas beragama lainnya. (DPT)