Skip to content Skip to navigation

Denny Tewu : Kita bersyukur di Hari Kemerdekaan RI ke-65

HUT Kemerdekaan RI ke-65 tahun ini, besok (17/8/2010) akan diperingati secara nasional oleh seluruh komponen bangsa, termasuk pula komunitas kristen dan gereja di Indonesia.


Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) ML. Denny Tewu, kepada MBK Gerejani Dot Com melalui  layanan pesan singkat, tentang makna Hari Kemerdekaan bagi PDS tahun ini, secara khusus terkait dengan maraknya aksi tindak kekerasan oleh ormas bernuansa agama tertentu terhadap kebebasan beribadah umat beragama lainnya, mengatakan "Kita bersyukur di Hari Kemerdekaan RI yang ke-65, Indonesia masih tegak berdiri dengan 4 pilar landasan ideologinya (Pancasila, UUD '45, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI) dan ditambah dengan demokratisasi yang mengutamakan kedaulatan rakyat. Jadi dari tatanan filosofi dan konsep berpikir, kita sudah on the track, tinggal implementasinya di lapangan belum optimal termasuk masih adanya pembiaran-pembiaran terjadinya kekerasan di lapangan, dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari segenap elemen bangsa ini untuk mewujudkannya secara benar dan terukur."


Lebih lanjut Denny menjelaskan, "Maksudnya terukur, rakyat harus jelas program-program apa serta target kapan terwujudnya, supaya semua upaya diarahkan kepada tujuan yang sama. Kami optimis Indonesia kedepan akan semakin baik, karena kita percaya kalau hingga saat ini Tuhan sudah menolong, maka pasti kedepannya pertolongan-Nya terus berlanjut hingga transformasi benar-benar terwujud di Indonesia, kita perlu bersabar karena musuh besar demokrasi adalah ketidaksabaran."


Menanggapi adanya komentar bernada ketidaksetujuan terhadap aksi damai Forum Solidaritas Kebebasan Beragama (FSKB)  didepan Istana Presiden dan kawasan Monas kemarin (15/8/2010), diantaranya  sebagaimana dikatakan oleh Ketua MUI Bidang Kerukunan Agama, Slamet Effendy Yusuf, yang menilai aksi damai tersebut berlebihan, Denny hanya mengatakan bahwa itu biasa dalam hal dinamika berdemokrasi. (DPT)

Advertorial