
Malam dana kepedulian korban letusan Gunung Sinabung, yang diadakan di Unika Atma Jaya kemarin malam (8 September 2010), berlangsung tidak sebagaimana mestinya. Malam dana kepedulian yang memprihatinkan.
Kegiatan malam dana tersebut tidak jadi dilaksanakan, dikarenakan tidak adanya kehadiran undangan dalam jumlah signifikan. Kebanyakan yang hadir malam tadi hanyalah para pengisi acara, seperti Kelompok Tari Karo, Grup Band Uncle-B, dan Grup Band Respito. Sementara artis ibukota Edo Kondologit yang sempat hadir tetapi akhirnya memutuskan pulang, demikian pula dengan Andre Hehanussa yang batal hadir oleh karena mengalami flu.
Penjelasan yang disampaikan oleh salah seorang Penyelenggara Aryawirawan Simauw dari Anjungan Indonesia Raya, bahwa terjadi kesalahan teknis penyelenggaraan sehingga minimnya kehadiran para undangan. "Acara ini tetap akan dilaksanakan, hanya kemungkinan mengalami pengunduran waktu" demikian salah satu poin penjelasan dari pria yang akrab disapa Arwi.
Sementara Bapak Erik dari Pusat Pemberdayaan Masyarakat Unika Atma Jaya, menegaskan sikap bahwa Unika Atma Jaya masih siap mendukung penyelenggaraan malam dana kepedulian tersebut sekalipun mengalami pengunduran.
Pengamatan Gerejani Dot Com saat datang ke lokasi acara di Gedung Yustinus Lt. 15 Unika Atma Jaya, sempat terkejut manakala ruangan yang begitu bagus, hanya dihadiri oleh sekitar puluhan orang. Meski demikian, setelah melalui dialog antara penyelenggara, pengisi acara, dan undangan yang hadir, maka para pengisi acara tetap menampilkan kemampuannya dalam berseni, seperti Kelompok Tari Karo yang menampilkan Tarian Kacang Koro, termasuk pula pembacaan Pidato Bela Rasa oleh Deddy P. Tambunan yang sedianya disampaikan langsung oleh Kak Seto (Dr. Seto Mulyadi). (DPT)